Menlu Turki Pandang Israel Menjadi Ancaman Langsung terhadap Keamanan Global

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Hakan Fidan Menteri Luar Negeri Turki mengatakan Israel saat ini menjadi ancaman langsung terhadap keamanan global, bukan cuma Timur Tengah.

Karenanya, Ia mendesak internasional untuk memberi tanggapan kolektif karena ketidakstabilan yang meningkat, tidak dapat dilihat dari sudut pandang regional saja.

Menurut Fidan, dunia sekarang tidak sekedar mengalami transisi geopolitik, tetapi menghadapi transformasi yang lebih dalam.

“Apa yang kita saksikan hari ini bukanlah transisi, melainkan transformasi. Negara-negara tidak lagi dapat mengalihdayakan keamanan, diplomasi, atau imajinasi strategis mereka,” ungkapnya saat kunjungan resmi ke Inggris, Jumat (24/4/2026) waktu setempat, yang dikutip Anadolu.

Fidan mengatakan konflik geopolitik memberikan “pukulan berat” kepada kesejahteraan, keamanan, dan stabilitas global ketika membahas tentang konflik dan agresi militer di Iran yang dimulai oleh serangan Amerika Serikat dan Israel kepada negara tersebut.

“Ancaman sistemik Israel untuk menggoyahkan stabilitas kawasan telah melampaui batas-batas lokal dan kini merupakan ancaman langsung terhadap keamanan global. Tindakan tersebut membutuhkan respons kolektif dari seluruh komunitas internasional,” katanya.

Fidan beranggapan bahwa saat ini krisis regional dengan krisis global tidak memiliki perbedaan yang mencolok karena konflik tidak lagi dikategorikan sebagai konflik terisolasi.

Ketidakpastian imbas dari konflik tersebut meningkatkan relevansi kekuatan menengah, yang menyebutnya sebagai negara-negara dengan geografi strategis, jangkauan diplomatik, dan kemauan politik untuk menghasilkan hasil.

Fidan menilai perselisihan antar negara yang belum selesai harus dilihat sebagai sumber struktural ketidakstabilan dan bom waktu yang siap meledak dan memerlukan solusi jangka panjang untuk mengatasi ketegangan regional.

Ia menekankan reformasi kelembagaan global dan tatanan regional di kawasan Timur Tengah dengan berdasar pada kerja sama, bukan dominasi atau penyerahan diri. Menlu Turki itu juga mengusulkan solusi regional untuk masalah regional oleh negara-negara regional.

Kondisi geopolitik saat ini yang telah berubah tidak lagi dapat dikelola dengan asumsi lama atau pendekatan “autopilot” karena era tersebut telah berakhir.

Fidan beranggapan bahwa persoalan internasional bukan lagi tentang apakah aturan lama tidak lagi relevan, tetapi tentang siapa yang akan membuat aturan baru yang muncul dan dalam kondisi apa, sambil meyakinkan bahwa masa depan yang damai masih bisa diraih. (vve/bil/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wagub Banten Respons Kendaraan Listrik Bebas Pajak, Singgung APBD Berkurang
• 20 jam laludetik.com
thumb
Sidang Komite Teknik BKI Pastikan Aturan Klasifikasi Relevan bagi Industri Maritim
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KDM Ajak Masyarakat Sumedang Bangga dengan Potensi Daerah
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Update Harga iPhone 14 Terbaru 25 April 2026, Apakah Sudah Turun?
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Peluang BRPT dan TPIA Tadah Dana Pasif Global usai Pengumuman MSCI
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.