Inspiratif! Kisah Penjual Ikan Keliling di Gowa Berangkat Haji

celebesmedia.id
1 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bagi Asis Deng Lipung, aroma amis ikan dan peluh di bawah terik matahari Kabupaten Gowa bukanlah sekadar rutinitas mencari nafkah.

Di balik setiap kayuhan sepedanya, terselip sebuah doa yang ia rawat selama puluhan tahun: sebuah impian untuk menginjakkan kaki di tanah suci Makkah.

Sabtu pagi, 25 April 2026, tepat pukul 08.00 WITA, doa itu akhirnya mewujud menjadi nyata. Asis melangkahkan kaki memasuki Asrama Haji Sudiang Embarkasi Makassar.

Mengenakan seragam jemaah, wajahnya memancarkan haru yang sulit disembunyikan. Siapa sangka, pria yang sehari-harinya menjajakan ikan keliling ini terbang menuju Arab Saudi pada pukul 20.20 WITA.

Perjalanan Asis menuju titik ini adalah potret tentang keteguhan hati. Dengan penghasilan rata-rata Rp100 ribu per hari, Asis harus memutar otak agar dapur tetap mengepul dan pendidikan kedua anaknya tetap terjamin.

Namun, Asis memiliki satu rahasia kecil: sebuah celengan yang menjadi saksi bisu perjuangannya.

Secara disiplin, ia menyisihkan Rp30 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari. Sedikit demi sedikit, rupiah demi rupiah ia kumpulkan selama lima tahun hingga akhirnya pada 2010 lalu, ia mampu mendaftarkan diri, istri, dan mertuanya untuk naik haji.

“Niat untuk berhaji sudah lama saya tanamkan. Walaupun kondisi ekonomi sering jadi tantangan, saya tetap berusaha,” kenangnya pelan saat ditemui di asrama.

Namun, jalan menuju Ka’bah memang penuh ujian. Ketika namanya masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini, Asis sempat terperangah.

Bahagia bercampur cemas menyelimutinya karena ia belum memiliki dana yang cukup untuk pelunasan biaya haji. Belum lagi urusan tunggakan administrasi yang sempat menjegal langkahnya saat proses pendaftaran.

Beruntung, satu demi satu jalan keluar terbuka bagi mereka yang bersungguh-sungguh. Segala rintangan teknis dan finansial berhasil ia lalui, membuktikan bahwa panggilan haji memang tak hanya menyapa mereka yang mampu secara materi, tetapi mereka yang dimampukan oleh niat yang kuat.

Asis tidak sendirian. Ia merupakan bagian dari 387 jemaah asal Kabupaten Gowa yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gowa, Alim Bahri, menyebutkan bahwa rata-rata jemaah yang berangkat tahun ini telah menanti selama 15 tahun.

“Jemaah haji asal Gowa tahun ini rata-rata menunggu belasan tahun sebelum akhirnya bisa diberangkatkan pada 2026,” jelas Alim Bahri saat memantau penerimaan jemaah.

Kisah Asis Deng Lipung kini menjadi pengingat bagi banyak orang. Bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok tebal yang menghalangi niat suci.

Dari atas sadel sepeda tuanya dan tumpukan ikan dagangan, Asis mengajarkan kita bahwa dengan keyakinan dan kerja keras, jalan menuju rumah Tuhan akan selalu terbuka lebar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT JIEP Tarik Minat Investasi Pengusaha Tiongkok di Shenzhen
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tak Berpotensi Tsunami
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Kehamilan Alyssa Daguise Memasuki Usia 9 Bulan, Al Ghazali Ungkap Rencana Persalinan Istri: Kalau Bisa Habis El Nikahan
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Mei 2026
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bersama Bergerak Membangun Desa, Semangat Gotong Royong Menjadi Kekuatan Utama TMMD ke-128 Jeneponto
• 2 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.