Sumenep: Sebanyak 805 dari total 1.330 orang calon haji (calhaj) asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masuk kategori berisiko tinggi, sehingga diperlukan perawatan dan pendampingan khusus dari petugas kesehatan.
"Data calon haji yang berisiko tinggi ini sesuai laporan yang kami terima dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas medis," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri, di Sumenep, seperti dilansir Antara, Sabtu, 25 April 2026.
Ia menjelaskan, calhaj yang masuk kategori berisiko tinggi itu antara lain karena memang berusia lanjut, serta memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Baca Juga :
PPIH Berikan Pelayanan Khusus Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas
Dinkes Sumenep telah melaporkan kondisi tersebut kepada panitia penyelenggara ibadah haji di Kabupaten Sumenep agar mereka mendapatkan pelayanan khusus selama menunaikan ibadah haji.
"Dinkes yang menjadi mitra Kemenhaj juga intens melakukan pendampingan, baik saat sebelum berangkat, hingga mereka berangkat dan kembali ke tanah air," katanya, Sabtu, 25 April 2026.
Sementara itu, calon haji asal Kabupaten Sumenep yang dipastikan akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci Makkah pada musim haji kali ini sebanyak 1.330 orang. Mereka tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 77, 78, 79, dan 81. Jemaah yang tergabung dalam Kloter 77 sebanyak 373 orang, Kloter 78 sebanyak 376 orang, Kloter 79 sebanyak 373 orang, dan Kloter 81 sebanyak 208 orang.
Petugas kesehatan haji membagikan masker kapada para calhaj. Foto: Antara.




