Sumsel Diminta Waspada Kemarau Panjang dan Risiko Karhutla

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Aan Muzhar

TVRINews, Palembang

Masyarakat Sumatera Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi musim kemarau panjang dan kering tahun ini yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutbunla Sumsel. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino.

Kepala BMKG Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa wilayah Sumatera Selatan mulai memasuki musim kemarau pada Mei, dengan puncak kondisi kering terjadi dalam beberapa bulan berikutnya.

“Mulai Mei kita sudah masuk kemarau. Puncaknya akan sangat kering dengan curah hujan di bawah normal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi ini akan semakin diperparah oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) pada semester kedua, yang menyebabkan berkurangnya pasokan uap air ke wilayah Indonesia.

“April ini masih puncak musim hujan, sehingga curah hujan masih tinggi. Namun memasuki Mei hingga Juni, suhu meningkat dan hujan mulai berkurang,” jelasnya.

BMKG memprediksi kondisi kering akan berlangsung hingga September, sebelum hujan kembali turun pada akhir Oktober.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa data BMKG harus menjadi dasar langkah antisipasi, bukan sekadar peringatan.

“Karhutla bukan persoalan biasa karena berdampak besar pada kesehatan masyarakat. Kita pernah mengalami kualitas udara di atas ambang batas. Tahun ini kita harus satu persepsi agar pencegahan lebih efektif,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Satgas Karhutla dan Forkopimda kini fokus memetakan titik rawan kebakaran, serta meningkatkan kesiapsiagaan personel dan penyediaan informasi kualitas udara (ISPU).

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kita harus mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang mulai terasa di bulan Mei,” ujarnya.

Dengan potensi kemarau yang lebih panjang dan kering tahun ini, langkah pencegahan dini menjadi kunci utama untuk menekan risiko karhutla di Sumatera Selatan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UNM Gandeng Mandiri Taspen, Siapkan Mahasiswa Siap Kerja Lewat IEP 3+1
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hadapi Kendala, Ambisi 'Negara Listrik' China Jadi Sorotan di Global South
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Nasib RUU Pemilu Masih Menggantung, Yusril Sebut Pemerintah Tunggu DPR: Kalau Rampung, Kami akan Bahas
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Begini Penampakan Istri dan 2 Anak Ko Erwin Saat Ditangkap Bareskrim
• 51 menit laludetik.com
thumb
56 Kloter Haji 2026 Telah Diberangkatkan, 17.747 Jemaah Tiba di Madinah
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.