Pimpinan tertinggi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Ephorus Pendeta Victor Tinambunan, menemui Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (25/4).
Dalam kunjungan tersebut, Pendeta Victor bicara terkait pernyataan Jusuf Kalla yang dilaporkan ke ke Polda Metro Jaya. Pernyataannya itu disampaikan JK pada ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia memastikan tak ada penistaan agama dalam ceramah itu.
"Saya sampaikan ke beliau bahwa sebelumnya juga saya sudah mendengar secara utuh keseluruhan dan saya memahami tidak ada unsur penistaan agama Kristen di dalamnya," kata Victor usai pertemuan tersebut.
Menyikapi polemik yang terus menggelinding di publik, Victor telah bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh pelayan dan jemaat HKBP untuk tetap tenang. Ia mewanti-wanti agar warga gereja tidak mudah tersulut emosi oleh potongan video yang beredar di media sosial.
"Dan sebelumnya sudah saya sampaikan juga kepada pelayan dan warga HKBP untuk tidak terprovokasi. Jadi saya sampaikan ke beliau bahwa itu sudah saya lakukan sebelumnya," paparnya.
Victor juga menitipkan harapan kepada JK terkait kebebasan beribadah. Ia meminta masukan dari JK sebagai sosok orang tua dan tokoh senior untuk mengatasi hambatan peribadatan yang masih terjadi di sebagian kecil wilayah.
"Kami mengapresiasi saudara-saudara Muslim mayoritas sangat toleran. Ada memang, seperti yang saya sampaikan tadi, di beberapa titik yang sangat kecil, ada juga yang mengalami hambatan beribadah dari teman-teman. Sebagai orang tua, tentu kita meminta pemikiran beliau," tambahnya.
Sebelumnya, polemik ini mencuat usai ceramah JK di Masjid Kampus UGM pada bulan Ramadan 2026 yang menyinggung istilah "mati syahid" dan "martir". Potongan dari rekaman utuh berdurasi 43 menit itu kemudian viral di media sosial hingga berujung pada pelaporan dugaan penistaan agama ke Polda Metro Jaya.





