Jakarta (ANTARA) - Jakarta LavAni Livin' Transmedia sukses menumbangkan Jakarta Bhayangkara Presisi 3-1 (25-22, 25-20, 18-25, 25-22) untuk meraih juara Proliga 2026 di sektor putra pada laga leg kedua grand final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu.
LaVani yang memasuki laga dengan modal kemenangan pada leg pertama langsung menggempur Bhayangkara sejak awal set pertama. Bhayangkara yang tak tinggal diam, terus memberikan perlawanan balik membuat kedua tim masuk dalam pertukaran serangan yang sengit.
Menjelang akhir set, LavAni mendapatkan momentum mencetak poin beruntun untuk membuat jarak. Boy Arnez dan kawan-kawan terus menambah pundi-pundi poin hingga menutup set pertama dengan skor 25-22.
Tertinggal dengan skor set 0-1, Bhayangkara mencoba melawan dengan lebih keras pada awal set kedua. Anak-anak asuhan pelatih Raidel Toiran terus berusaha meredam dominasi LavAni dengan menjaga jarak poin.
Namun, beberapa kegagalan dalam membendung serangan maupun manfaatkan peluang membuat LavAni mulai melenggang hingga kembali mengamankan kemenangan pada set kedua dengan 25-20.
Baca juga: LavAni taklukkan Bhayangkara pada partai pertama final Proliga 2026
Persaingan berlanjut lebih ketat di set ketiga. Kedua tim saling mengejar poin sejak awal set hingga mencatat skor 9-9 setelah tekchinal time out pertama.
Bhayangkara terus menggempur dengan lebih keras sambil meminimalisir kesalahan. Usaha Nizar Zulfikar dan kawan-kawan membuahkan hasil saat membuat jarak dengan LavAni 21-18.
Tim milik institusi Kepolisian RI itu terus mencetak poin beruntun hingga mengamankan kemenangan pada set ketiga dengan 25-18 sekaligus memperkecil kekalahan menjadi 1-2.
Dominasi Bhayangkara terus berlanjut pada awal set keempat saat terus memimpin hingga membuat jarak dengan skor 10-6. Drama pertandingan tersaji setelah tenchincal time out kedua, ketika LavAni mampu menyamakan skor menjadi 18-18.
LavAni membalikkan keadaan ketika mencetak poin beruntun untuk meninggalkan Bhayangkara dengan skor 21-18. Bhayangkara mencoba mengejar namun hanya menambah beberapa poin sehingga tak bisa membendung LavAni yang melenggang hingga menutup laga dengan skor 25-22.
Dengan hasil itu, tim asuhan pelatih David Lee mengoleksi dua kemenangan beruntun dalam partai final yang berlangsung dengan format best of three sehingga langsung mengunci gelar juara Proliga 2026 di sektor putra.
LavAni membalas kekalahan dari Bhayangkara dalam perebutan gelar juara pada musim 2024 dan 2025. Tim milik Presiden ke-7 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu kini menambah koleksi gelar juara Proliga menjadi tiga kali setelah juara beruntun pada musim 2022 dan 2023.
Baca juga: Kalahkan Phonska Plus, Pertamina Enduro juara Proliga 2026
LaVani yang memasuki laga dengan modal kemenangan pada leg pertama langsung menggempur Bhayangkara sejak awal set pertama. Bhayangkara yang tak tinggal diam, terus memberikan perlawanan balik membuat kedua tim masuk dalam pertukaran serangan yang sengit.
Menjelang akhir set, LavAni mendapatkan momentum mencetak poin beruntun untuk membuat jarak. Boy Arnez dan kawan-kawan terus menambah pundi-pundi poin hingga menutup set pertama dengan skor 25-22.
Tertinggal dengan skor set 0-1, Bhayangkara mencoba melawan dengan lebih keras pada awal set kedua. Anak-anak asuhan pelatih Raidel Toiran terus berusaha meredam dominasi LavAni dengan menjaga jarak poin.
Namun, beberapa kegagalan dalam membendung serangan maupun manfaatkan peluang membuat LavAni mulai melenggang hingga kembali mengamankan kemenangan pada set kedua dengan 25-20.
Baca juga: LavAni taklukkan Bhayangkara pada partai pertama final Proliga 2026
Persaingan berlanjut lebih ketat di set ketiga. Kedua tim saling mengejar poin sejak awal set hingga mencatat skor 9-9 setelah tekchinal time out pertama.
Bhayangkara terus menggempur dengan lebih keras sambil meminimalisir kesalahan. Usaha Nizar Zulfikar dan kawan-kawan membuahkan hasil saat membuat jarak dengan LavAni 21-18.
Tim milik institusi Kepolisian RI itu terus mencetak poin beruntun hingga mengamankan kemenangan pada set ketiga dengan 25-18 sekaligus memperkecil kekalahan menjadi 1-2.
Dominasi Bhayangkara terus berlanjut pada awal set keempat saat terus memimpin hingga membuat jarak dengan skor 10-6. Drama pertandingan tersaji setelah tenchincal time out kedua, ketika LavAni mampu menyamakan skor menjadi 18-18.
LavAni membalikkan keadaan ketika mencetak poin beruntun untuk meninggalkan Bhayangkara dengan skor 21-18. Bhayangkara mencoba mengejar namun hanya menambah beberapa poin sehingga tak bisa membendung LavAni yang melenggang hingga menutup laga dengan skor 25-22.
Dengan hasil itu, tim asuhan pelatih David Lee mengoleksi dua kemenangan beruntun dalam partai final yang berlangsung dengan format best of three sehingga langsung mengunci gelar juara Proliga 2026 di sektor putra.
LavAni membalas kekalahan dari Bhayangkara dalam perebutan gelar juara pada musim 2024 dan 2025. Tim milik Presiden ke-7 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu kini menambah koleksi gelar juara Proliga menjadi tiga kali setelah juara beruntun pada musim 2022 dan 2023.
Baca juga: Kalahkan Phonska Plus, Pertamina Enduro juara Proliga 2026





