VIVA – Kasus kontroversial kembali menyeret nama mantan wasit asal Turki, Elif Karaarslan. Sosok yang sebelumnya sudah menjadi sorotan ini kini menghadapi masalah hukum serius. Dia ditangkap dalam penyelidikan besar yang melibatkan dugaan narkoba dan prostitusi di kalangan figur publik.
Di tengah kasus tersebut, fakta lain ikut terungkap. Karaarslan disebut-sebut sempat meraup penghasilan fantastis dari konten berbayar di media sosial, mencapai hampir £30.000 atau sekitar ratusan juta rupiah per bulan sebelum akhirnya dihentikan.
Pendapatan itu berasal dari sistem langganan, di mana ribuan pengikut membayar untuk mengakses konten eksklusif di akun Instagram miliknya. Disebutkan lebih dari 20.000 pengguna sempat berlangganan, dengan biaya sekitar 2 dolar AS per orang.
Namun, polemik muncul ketika otoritas menilai unggahan Karaarslan bersifat “tidak pantas” atau “pornografis”. Tuduhan ini justru menuai kritik, mengingat Instagram sendiri memiliki aturan ketat yang melarang konten eksplisit.
Dalam pemeriksaan, Karaarslan membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa konten yang dibagikan hanya sebatas foto bikini dan tidak melanggar aturan platform. Selain itu, seluruh konten bersifat sukarela dan diakses oleh pengguna yang memang memilih untuk berlangganan.
Meski demikian, kasus ini berkembang lebih luas. Penyelidikan kini berfokus pada dugaan penggunaan narkoba. Laporan media Turki menyebutkan hasil tes forensik terhadap sampel darah, urin, dan rambut menunjukkan adanya indikasi zat terlarang seperti kokain dan metamfetamin.
Karaarslan termasuk dalam 19 orang yang diamankan dalam operasi di sejumlah tempat hiburan di Istanbul pada 11 April. Dari jumlah tersebut, delapan orang—termasuk dirinya—ditahan, sementara sisanya dibebaskan dengan pengawasan hukum.
Kasus ini semakin menyita perhatian publik karena latar belakang Karaarslan yang sudah penuh kontroversi. Ia sebelumnya dijatuhi sanksi larangan seumur hidup dari dunia sepak bola setelah terseret dugaan skandal video pribadi.





