Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi (KTT) darurat yang mempertemukan jajaran pimpinan Uni Eropa dengan para pemimpin negara-negara Timur Tengah pada Jumat waktu setempat, 24 April 2026. Pertemuan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai kian mengkhawatirkan dan mengancam stabilitas global.
KTT ini dihadiri oleh para pemimpin dari berbagai negara, termasuk Lebanon, Yordania, Suriah, dan Mesir. Selain itu, perwakilan dari Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) juga tampak hadir bersama jajaran pimpinan Uni Eropa untuk mencari solusi atas ketegangan regional yang terus meluas.
Baca juga: Iran Kembali Buka Penerbangan Komersial di Tengah Upaya Diplomasi
Dalam pembukaan pertemuan tersebut, Presiden Nikos Christodoulides menegaskan bahwa keterlibatan aktif dari pihak Uni Eropa sangat krusial dalam upaya deeskalasi. Ia menyebut diplomasi terpadu merupakan satu-satunya jalan keluar untuk mencegah meluasnya konflik ke wilayah yang lebih luas.
Selain fokus pada isu keamanan, para pemimpin dunia yang hadir juga menyoroti ancaman serius terhadap pasokan energi global. Ketegangan yang berlarut-larut di kawasan tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap gangguan jalur distribusi energi, terutama di kawasan Selat Hormuz.




