Kemlu Segera Pulangkan Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Rico.

Kemlu Segera Pulangkan Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

IDXChannel – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) segera melakukan repatriasi atau pemulangan jenazah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, anggota Pasukan Perdamaian United Nations Interim Force (UNIFIL) yang gugur di Lebanon. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan,  pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Rico.

Baca Juga:
UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

"Kami tengah berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan," kata Nabyl, Sabtu (25/4/2026).

"Pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan pengorbanan almarhum bagi perdamaian dunia," lanjutnya.

Baca Juga:
Pemerintah Minta PBB Tuntaskan Investigasi Menyeluruh Terkait Gugurnya 3 Personil UNIFIL

Praka Rico berpulang setelah dirawat intensif selama hampir sebulan pasca mengalami luka serius akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan pada 29 Maret 2026.

Nabyl menambahkan, pemerintah Indonesia selama ini telah bekerja sama dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, dan tim medis di Beirut untuk memastikan penanganan medis yang optimal. Namun, kondisi yang dialami Rico cukup parah.

Baca Juga:
Satu Lagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kemlu Desak PBB Investigasi Menyeluruh

"Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” kata Nabyl.

Baca Juga:
Indonesia Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tentara UNIFIL Prancis di Lebanon

Pada kesempatan yang sama, Nabyl mengatakan bahwa Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, serangan terhadap personel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini,” kata dia.

Praka Rico menjadi personel Indonesia keempat yang gugur saat bertugas di bawah komando UNIFIL.

Sebelumnya, serangan yang sama telah menggugurkan Praka Farizal Rhomadhon di lokasi kejadian. Kemudian, sehari setelahnya,  Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, juga gugur akibat serangan yang timbul di dekat Bani Haiyyan, Lebanon Selatan.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Cianjur Jadi Terkaya di Jawa, Tapi Rakyatnya Hidup Menderita
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polres Takalar Perpanjang Penahanan Bos Travel Mustari Ago! Tegaskan Penanganan Kasus Penipuan Calon Jemaah Haji Sesuai Prosedur
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Kecelakaan Motor Tabrakan dengan Truk di Alun-Alun Purwodadi, 2 Pelajar Tewas
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Brimob Polda Metro Patroli Malam di Tangsel dan Tangkot demi Cegah Tawuran
• 19 jam laludetik.com
thumb
Simulasi Perang Rudal! TNI Latihan Gabungan di Karimun Jawa, 20 Kapal Perang & F-16 Dikerahkan
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.