Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia disebut memiliki peluang untuk dapat memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri di tengah tak menentunya geoekonomi dan geopolitik global dalam kurun waktu belakangan ini.

Hal itu diutarakan oleh Ekonom Senior Pusat Kajian Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni.

Farouk mengungkap jika sudah waktunya Indonesia memanfaatkan momentum saat ini dengan mengurangi ketergantungan kepada Amerika Serikat (AS).

Ekonom Senior Pusat Kajian Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni
Sumber :
  • Istimewa

Sebab, kata Farouk, arah global kini bergerak menuju sistem multipolar berupa kekuatan yang tak lagi terpusat pada satu negara dominan.

“Momentum ini perlu dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai negara berdaulat yang mampu menentukan arah kebijakan ekonominya sendiri,” kata Farouk, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Farouk memaparkan kondisi ini bisa sajak menguntungkaan Indonesia dengan menata ulang strategi hubungan ekonomi-politiknya secara lebih mandiri dan berdaulat di kancah global.

Pasalnya, Farouk melihat fenomena kemandirian strategis dari dominasi AS mulai disuarakan oleh pemimpin dunia semisal Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Emmanuel mendorong agar negara di Asia dan Eropa tek terus bergantung pada kebijakan AS yang dinilai kerap dipengaruhi kepentingan dan dinamika domestiknya.

Farouk menjelaskan dinamika global juga memperlihatkan kecenderungan negara-negara Eropa untuk mengambil jarak strategis dari AS dalam berbagai isu geopolitik hingga perdagangan.

Karenanya, ia menyarankan agar pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hubungan ekonomi dan perdagangan, serta pengurangan ketergantungan struktural terhadap kebijakan ekonomi AS yang dinilai fluktuatif dan unilateral.

Ia juga menyarankan agar Indonesia memperkuat kemitraan alternatif global, termasuk dengan negara-negara seperti China, Rusia, dan Iran, terutama di sektor perdagangan, energi, teknologi, dan pertahanan. 

Farouk menegaskan langkah-langkah tersebut bukan merupakan bentuk konfrontasi terhadap AS melainkan refleksi dari upaya menjaga kedaulatan nasional di tengah perubahan global.

“Momentum perubahan global harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri, berdaulat, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang,” pungkasnya.(raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Samsung Gandeng AnyLive dari AnyMind Group untuk Tingkatkan Live Commerce di Delapan Pasar
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Konsumen Kini Dipandu Label Nutri Level Saat Belanja-Tips Kesehatan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kesalahan Keuangan yang Sering Dilakukan Gen Z
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Efek Hormuz, RI Percepat Diversifikasi Energi dan Buka 116 Blok Migas Baru
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Sidang Korupsi Satelit: Eks Sekjen Kemhan 2016 Cabut BAP, Ryamizard Pemenang Tender Navayo
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.