Bisnis.com, JAKARTA — Daftar harga terbaru mobil listrik merek BYD, Wuling, hingga Jaecoo menjadi sorotan di tengah kebijakan pajak kendaraan listrik yang berpeluang kembali dibebaskan di sejumlah daerah.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh gubernur memberikan insentif berupa pembebasan pajak bagi pemilik kendaraan listrik berbasis baterai.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.13.1/3764/SJ tentang Pemberian Insentif Fiskal berupa Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
Melalui beleid itu, para gubernur diminta menyampaikan laporan pelaksanaan insentif fiskal melalui keputusan gubernur kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lewat Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah paling lambat 31 Mei 2026.
"Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, sekaligus tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026," kata Tito dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Dia menjelaskan, insentif tersebut mencakup Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Baca Juga
- Mercedes-Benz Amankan Kontrak Baterai EV Rp115,5 Triliun dari Samsung SDI
- Honda Tarik 440.830 Unit Odyssey Keluaran 2018-2022, Perangkat Lunak Airbag Bermasalah
- 4 Tips Merawat Mobil Listrik agar Tetap Awet, Hindari Suhu Terlalu Panas
Adapun pemberian insentif bagi kendaraan produksi 2026 maupun tahun sebelumnya telah diatur dalam Pasal 19 Permendagri Nomor 11 Tahun 2026.
"Pemberian insentif pembebasan atau pengurangan pajak daerah berupa PKВ dan BBNKB KBL Berbasis Baterai termasuk pada kendaraan bermotor yang dilakukan konversi bahan bakar fosil menjadi KBL Berbasis Baterai," ujar Tito dalam SE yang ditandatangani.
Sementara itu, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menilai prospek penjualan mobil listrik di pasar domestik masih tetap menjanjikan.
Menurut dia, optimisme tersebut ditopang semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik dengan banderol yang makin terjangkau sehingga permintaan diyakini berpotensi terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Harusnya demikian [penjualan makin bertumbuh], mengingat makin banyak mobil listrik dengan harga terjangkau," ujar Jongkie kepada Bisnis, belum lama ini.
Adapun dari sisi harga, BYD masih menawarkan model termurah melalui Atto 1 mulai Rp199 juta. Sementara Wuling Air EV dipasarkan mulai Rp214 jutaan.
Di sisi lain, Jaecoo J5 EV kini hadir dalam dua varian, dengan tipe Standard dibanderol Rp279,9 juta dari sebelumnya Rp249,9 juta.
Daftar Harga Mobil Listrik BYD, Wuling & Jaecoo BYD- BYD Atto 1 (Dynamic): Rp199 juta
- BYD Atto 1 (Premium): Rp235 juta
- BYD Dolphin (Dynamic): Rp369 juta
- BYD Dolphin (Premium): Rp429 juta
- BYD M6 (Standard): Rp383 juta
- BYD M6 (Superior): Rp423 juta
- BYD M6 (Superior Captain): Rp433 juta
- BYD Atto 3 Advanced Plus: Rp415 juta
- BYD Sealion 7 (Premium): Rp629 juta
- BYD Sealion 7 (Performance): Rp719 juta
- BYD Seal (Premium): Rp639 juta
- BYD Seal (Performance): Rp750 juta
- Wuling New Air EV Lite: Mulai Rp214 jutaan
- Wuling New Binguo EV Lite: Mulai Rp318 jutaan
- Wuling New Cloud EV Lite: Mulai Rp415 jutaan
- Wuling Darion EV: Mulai Rp399 juta
- Wuling Eksion EV: Mulai Rp389 juta
- Jaecoo J5 (Standard): Rp279,9 juta
- Jaecoo J5 (Premium): Rp309,9 juta





