IAGL ITB Tekankan Percepatan Hilirisasi Nikel dan Sinergi Energi demi Kemandirian Nasional

wartaekonomi.co.id
18 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ikatan Alumni Geologi Institut Teknologi Bandung (IAGL ITB) mendorong pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri baterai berbasis nikel sebagai bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global.

Ketua Umum IAGL ITB Abdul Bari menegaskan bahwa kebijakan energi nasional perlu terintegrasi, tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi minyak dan gas (lifting), tetapi juga mendorong hilirisasi sumber daya strategis seperti nikel dan batu bara.

Menurutnya, penguatan industri baterai nikel menjadi sangat penting karena nikel merupakan bahan baku utama dalam pengembangan kendaraan listrik serta sistem penyimpanan energi.

“Nikel itu sebagai storage untuk EV, itu juga jadi penting buat kita, sehingga menuju kemandirian dan kedaulatan energi itu akan lebih cepat,” ujar Bari.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan lifting minyak melalui insentif fiskal agar perusahaan migas lebih agresif dalam melakukan eksplorasi. Selain itu, hilirisasi batu bara dinilai sebagai langkah wajib untuk memaksimalkan pemanfaatan energi domestik.

Baca Juga: Investasi Hilirisasi Mineral Capai Rp98,3 Triliun di Kuartal I, Nikel Masih Jadi Primadona

Di sisi lain, Bari mengungkapkan bahwa kebutuhan minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari, sementara produksi domestik baru berada di kisaran 605.000 barel per hari. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ketergantungan terhadap impor energi.

“Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan memperkokoh kerja sama antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri agar dapat menentukan arah kebijakan yang terfokus dan strategis,” kata Bari.

Sebagai langkah mitigasi, IAGL ITB mendorong percepatan eksplorasi migas secara agresif guna menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam jangka menengah dan panjang.

Namun demikian, optimalisasi nikel dan batu bara tetap harus berjalan paralel sebagai pilar utama energi nasional.

Indonesia sendiri dinilai memiliki potensi nikel yang sangat besar, dengan kemampuan menghasilkan listrik hingga 50 GWh per tahun dan total potensi lebih dari 1 TWh. Pengembangan industri baterai berbasis nikel juga diyakini mampu memberikan nilai tambah signifikan sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

Selain nikel, batu bara masih memegang peran penting dalam ketahanan energi nasional. Indonesia memiliki sumber daya batu bara sebesar 97 miliar ton dengan cadangan terbukti sekitar 32 miliar ton.

Pemanfaatannya pun terus diarahkan ke hilirisasi, seperti gasifikasi menjadi dimethyl ether (DME), peningkatan kualitas, serta penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan lifting migas, termasuk melalui optimalisasi sumur idle dan eksplorasi cekungan baru yang belum tergarap.

“Ada 128 cekungan yang sudah tereksplorasi, eksploitasi itu baru 60 cekungan, masih ada 68 cekungan yang belum disentuh,” ujarnya.

Sugeng menambahkan bahwa pengembangan industri baterai merupakan bagian dari proses hilirisasi nikel yang dilakukan secara bertahap dalam rantai ekosistem industri. Menurutnya, Indonesia saat ini juga telah memproduksi berbagai produk turunan nikel seperti nickel pig iron (NPI) untuk kebutuhan baja dan stainless steel.

“Memang, hilir dari segala hilir adalah industri salah satunya baterai, tapi dalam konteks industri itu semuanya memang bertahap,” kata Sugeng.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Pramono Anung Bahas Konser BTS di Jakarta, ARMY Minta Digelar di GBK
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Sekolah Rakyat di Blora Buka Akses Pendidikan, Siswa Terbantu hingga Terhindar Pernikahan Dini
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Konser BTS di Jakarta 2026 Dibahas Pramono Saat Bertemu Pemerintah Seoul
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Ledakan Bom Bus, 13 Tewas dan 38 Orang Terluka di Kolombia
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.