Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Pakistan, Namun Perang Belum Dilanjut

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa ia membatalkan rencana kunjungan utusannya ke Pakistan untuk pembicaraan damai dengan Iran. Namun, ia menegaskan hal itu tidak berarti perang AS-Israel melawan Republik Islam tersebut akan segera berlanjut.

Dilansir dari AFP, Sabtu (25/4/2026), tak lama sebelum pengumuman itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyelesaikan kunjungan diplomatiknya ke Islamabad setelah bertemu dengan Panglima Militer Pakistan Asim Munir, tokoh kunci dalam upaya mediasi, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan bahwa utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan menuju ibu kota Pakistan untuk melakukan "pembicaraan langsung" dengan pihak Iran yang diharapkan dapat "mendorong kemajuan menuju kesepakatan".

Namun, Trump mengatakan kepada Fox News pada Sabtu bahwa ia membatalkan perjalanan tersebut.

Baca juga: Kala Menantu Trump Ikut ke Pakistan untuk Berunding dengan Iran

"Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa," kata Trump, mengutip pernyataannya kepada timnya.

Ketika ditanya media AS Axios apakah hal itu berarti dimulainya kembali permusuhan, Trump menjawab: "Tidak. Itu tidak berarti demikian. Kami bahkan belum memikirkannya."

Menlu Iran Tinggalkan Islamabad

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut Araghchi telah meninggalkan Islamabad dan tiba di Muscat pada Sabtu untuk bertemu pejabat Oman. Ia juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Rusia untuk membahas upaya mengakhiri perang, yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Araghchi menyebut kunjungannya ke Pakistan sebagai "sangat produktif" dalam unggahan di platform X, seraya menambahkan bahwa ia telah menyampaikan posisi Iran mengenai "kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang secara permanen".

"Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi," ujarnya.

Bahkan sebelum pengumuman Trump, prospek pembicaraan baru sudah tidak pasti. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Araghchi tidak berencana bertemu dengan pihak Amerika, dan Islamabad hanya akan berperan sebagai perantara untuk "menyampaikan" proposal Iran.




(aik/aik)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belum Pasti Pertamina, Wamen ESDM Timbang BLU untuk Impor Minyak Rusia
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bank BTN Buka Rekrutmen Analis Risiko hingga 27 April 2026, Cek Syaratnya!
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KDM Ajak Masyarakat Sumedang Bangga dengan Potensi Daerah
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ini Kelompok Masyarakat yang Tidak Mendapat Bansos Pemerintah
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
2 Heli Angkatan Laut Malaysia Tabrakan saat Latihan, 10 Orang Tewas
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.