3 Fakta Penganiayaan Massal di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tangan dan Kaki Anak Diikat hingga Idap Gangguan Paru-paru

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Media sosial digemparkan dengan narasi dan visual penggerebekan sebuah tempat penitipan anak atau daycare di Umbulharjo, Yogyakarta, yang diduga kuat menjadi lokasi penganiayaan massal.

Foto-foto dan potongan video yang tersebar luas memperlihatkan pemandangan yang menyayat hati, dimana puluhan anak balita ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Bahkan tak sedikit juga yang hanya mengenakan popok, tanpa pakaian.

Berikut fakta-fakta yang terjadi dalam kasus penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha.

 
1. Tangan dan kaki anaknya diikat, orangtua korban: Saya menangis
Khoirunisa orang tua korban kekejaman pengasuh daycare Little Aresha di Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).
Sumber :
  • Sri Cahyani Putri/tvOne

Hal yang paling memilukan dari kasus ini adalah tindakan tak manusiawi yang dilakukan oleh pengurus daycare kepada anak-anak yang dititipkan oleh orangtua mereka.

Norman Widarto yang merupakan seorag ASN di Pemda DIY menjelaskan kondisi anaknya yang terdapat luka di punggung atau bibir, kondisi tangan dan kakinya yang terikat, hingga tidak dipakaikan baju.

"Selama ini kalau ada luka di punggung atau bibir, pihak daycare selalu berdalih luka itu sudah ada dari rumah. Padahal setiap pagi saya mandikan anak saya, tubuhnya bersih tanpa bekas."

"Ternyata setelah melihat video, anak-anak di bawah tiga tahun itu diikat kaki dan tangannya, bahkan hanya dipakaikan popok tanpa baju," ungkap Norman, seperti dilansir tvOnenews.com dari laporan resmi Humas Pemda DIY via portal resmi mereka pada Minggu (26/4/2026).

Norman juga menyebut bahwa anaknya sering jatuh sakit hingga mengidap gangguan paru-paru. Bahkan, pola penyakit yang sama juga dialami oleh beberapa anak lain yang dititipkan di daycare tersebut.

 

Kepedihan mendalam juga dirasakan oleh Khairunnisa yang baru menitipkan anaknya kurang dari sebulan. Namun, sudah harus menghadapi kenyataan pahit tentang kekejaman yang dialami anaknya.

"Anak saya tidak diberi baju dan tangannya bukan dibedong, tapi diikat kencang. Di salah satu video yang tersebar, saya yakin itu anak saya. Saya menangis melihatnya," ujar Khairunnisa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Adik Tusuk Kakak di Semarang hingga Tewas, Dipicu Cekcok saat Mabuk
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
PT Taspen Sikapi Secara Resmi Kenaikan Gaji Pensiunan PNS dan Rapel:Tantangan Regulasi PP No 8 Tahun 2024 dan Peran Tunjangan dalam Menjaga Daya Beli
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Lawan Stunting Lewat Dapur, Kader Posyandu Kota Kediri Ciptakan Menu Bergizi Inovatif
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Berkaca dari Kasus Fadly Alberto, Kurniawan Dwi Yulianto Buat Aturan Khusus demi Jaga Skuad Timnas Indonesia U-17
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Bank Jakarta Dukung Pemberdayaan bagi Kelompok Disabilitas
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.