Bisnis.com, JAKARTA — Pemberangkatan haji 2026 telah berlangsung secara bertahap sejak Rabu (22/4/2026) pukul 00.40 WIB. Sebelum melakukan perjalanan, jemaah haji Indonesia sebaiknya mempersiapkan diri agar dapat beribadah dengan nyaman, termasuk dengan persiapan selama perjalanan ke Arab Saudi.
Berdasarkan rincian jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia 2026 yang dikumpulkan oleh Bisnis, kloter pertama haji 2026 tiba dan berada di berbagai asrama haji yang ada di berbagai daerah pada Selasa (21/4/2026).
Jemaah haji 2026 akan berkumpul di 12 embarkasi yang berbeda sebelum mereka berangkat, yaitu di Medan, Batam, Palembang, Banten, Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, Kertajati, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, dan Makassar. Penempatan asrama itu tergantung pada kedekatan lokasi embarkasi dengan lokasi tempat tinggal setiap jemaah haji Indonesia.
Jemaah haji kloter pertama Indonesia kemudian akan terbang ke Arab Saudi pada Rabu (22/4/2026). Mereka tiba di Madinah pada Kamis (23/4/2026) pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar pukul 10.50 WIB.
Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, perjalanan udara keberangkatan haji 2026 kemungkinan dilakukan selama 9 hingga 12 jam. Perjalanan dengan waktu selama itu membutuhkan persiapan fisik agar kondisi tubuh tetap sehat selama perjalanan dan juga ketika menjalani ibadah di Arab Saudi.
“Dengan penerbangan yang lama ini, maka Bapak dan Ibu dianjurkan untuk tetap menjaga asupan cairan dengan meminum air putih 1 gelas setiap 2 jam,” ujar Staf Pusat Kesehatan Haji dr. Citra Kurniasari Ilyas, Sp.KP, seperti dikutip dari video di kanal YouTube Puskeshaji Kemkes, seperti dikutip pada Selasa (21/4/2026).
Baca Juga
- Daftar Barang yang Harus Dibawa Jemaah Haji, Hal Kecil Ini Bisa jadi Penyelamat
- Mengenali Hotel Jemaah Haji di Makkah: 177 Hotel di 5 Wilayah, Jarak ke Halte Bus Cuma 100 Meter
- Kemenhaj Amankan 13 WNI yang Coba Lakukan Haji Ilegal dari Bandara Soetta dan Kualanamu
Apabila ingin buang air kecil, dr. Citra mengatakan bahwa jemaah haji dapat menggunakan toilet yang ada di dalam pesawat. Penggunaan toilet pesawat sendiri tidak jauh berbeda dengan penggunaan toilet umum yang menggunakan toilet duduk.
Cara Menggunakan Toilet di Pesawat untuk Jemaah HajiBerikut merupakan cara menggunakan kloset duduk di pesawat bagi jemaah haji, menurut Puskeshaji Kemenkes:
- Buka sabuk pengaman kursi pesawat ketika lampu bergambar sabuk pengaman sudah mati;
- Pergi ke toilet pesawat, biasanya ada di ujung kabin penumpang;
- Lihat tanda yang ada di pintu toilet. Apabila ada tanda hijau atau tulisan “vacant”, maka toilet dapat digunakan. Apabila ada tanda merah atau tulisan “occupied”, maka toilet tersebut sedang digunakan penumpang lain;
- Masuk toilet dengan mendorong pintu toilet;
- Tutup dan kunci toilet dari dalam, biasanya dengan menggeser kunci. Penumpang tidak boleh merokok di dalam toilet;
- Ambil kertas kloset yang akan digunakan sebagai alas tempat duduk di toilet duduk;
- Sobek bagian kecil kertas yang menjuntai dan buang ke tempat sampah;
- Letakkan kertas kloset di atas tempat duduk di kloset;
- Kloset bisa digunakan;
- Setelah selesai, bilas diri dengan menggunakan tisu, apabila tidak terdapat air. Penumpang bisa membilas diri menggunakan mesin penyemprot air atau bidet, jika ada;
- Bilas kloset dengan menekan tombol pembilas, yang bisa merupakan tombol berwarna biru atau bertuliskan “push”;
- Buang tisu dan kertas kloset ke tempat sampah. Jangan membuat benda apa pun ke kloset agar tidak terjadi penyumbatan;
- Cuci tangan di wastafel dengan menekan tombol suhu air yang ingin digunakan, dengan tombol air dingin biasanya berwarna biru dan tombol air panas biasanya berwarna merah;
- Tadahkan tangan di bawah keran dan air akan keluar dengan sendirinya karena keran menggunakan sensor otomatis;
- Cuci tangan dengan menggunakan sabun yang ada di samping keran;
- Penumpang bisa mengeringkan tangan dengan menggunakan tisu dan membuang tisu itu ke tempat sampah;
- Buka kunci pintu toilet dan keluar dari toilet melewati pintu, dan
- Kembali ke tempat duduk semula dan pakai sabuk pengaman.
Dalam video yang berbeda, Garuda Indonesia menyebut bahwa toilet di pesawatnya hanya dapat digunakan untuk buang air dan mencuci tangan atau wajah. Maka, toilet tidak dipakai sebagai tempat untuk melakukan wudu. Jika ingin melakukan salat, jemaah dapat bertayamum.
Selain tidak menahan diri ketika ingin buang air, jemaah haji juga dapat menjaga kesehatan dengan rutin minum air, istirahat secara cukup, dan melakukan peregangan ketika berada dalam penerbangan.
Dengan menjaga kesehatan, maka jemaah juga akan bisa mengikuti rangkaian ibadah haji 2026 dengan nyaman, lancar, dan khusyuk. Hal itu perlu diperhatikan mengingat waktu ibadah haji mencapai lebih dari 1 bulan.
Jadwal haji 2026 atau 1447 H:- 21 April 2026: Jemaah mulai masuk asrama haji.
- 22 April—6 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari Indonesia ke Madinah.
- 1—15 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari Madinah ke Makkah.
- 7—21 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari Indonesia ke Jeddah.
- 25 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah.
- 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah.
- 27 Mei 2026: Iduladha 1447 H.
- 28—30 Mei 2026: Hari Tasyrik I, Tasyrik II (Nafar Awal), Tasyrik III (Nafar Tsani).
- 1—15 Juni 2026: Pemulangan jemaah gelombang 1 dari Makkah ke Indonesia melalui Jeddah.
- 1 Juni 2026: Awal kedatangan jemaah haji gelombang 1 di Indonesia.
- 7—21 Juni 2026: Pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari Makkah ke Madinah.
- 16—30 Juni 2026: Pemulangan jemaah haji gelombang 2 dari Madinah ke Indonesia.
- 16 Juni—1 Juli 2026: Kedatangan jemaah haji gelombang 2 ke Tanah Air.
(Laurensius Katon Kandela)





