Bisnis com, JAKARTA — PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) meningkatkan upaya menarik investor China ke Indonesia melalui kerja sama strategis dengan China Silk Road Group Ltd.
Emiten kawasan industri tersebut menjalin kerja sama strategis dengan China Silk Road Group Ltd untuk membentuk China–Indonesia Innovation & Cooperation Center.
Founder and Chairman Jababeka Setyono Djuandi Darmono mengatakan sebagai langkah awal, kedua pihak menargetkan pengembangan proyek-proyek percontohan serta mendorong realisasi investasi secara bertahap melalui pendekatan berbasis proyek yang terukur dan berkelanjutan.
"Salah satunya, akan dimulai dengan peluncuran Jababeka Digital Park seluas 500 hektar, yang rencananya akan diumumkan secara resmi dalam World Digital Economic Forum di Beijing pada awal Juli 2026," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
Dia mengatakan kerja sama tersebut diharapkan menjadi pintu masuk utama bagi investor China untuk memperluas ekspansi bisnisnya ke Indonesia, sekaligus membuka akses ke pasar China bagi industri dalam negeri.
Setyono menyebut kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi strategis di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, kerja sama ini bukan hanya tentang menarik investasi, tetapi juga membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.
"Dengan adanya Innovation Center, kami ingin memastikan bahwa perusahaan yang masuk ke Indonesia mendapatkan dukungan yang komprehensif, mulai dari perizinan, integrasi kawasan, hingga koneksi dengan rantai pasok lokal,”imbuhnya.
Di sisi lain, dia juga melihat peluang besar bagi produk-produk Indonesia untuk bisa menembus pasar global, khususnya China.
Chairman China Silk Road Group Ltd. Lijin Yan mengatakan hubungan antara Indonesia dan China memasuki fase emas pertumbuhan berkualitas tinggi, dengan potensi besar di sektor digital dan industri.
Menurutnya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota kunci RCEP, Indonesia memiliki kebutuhan besar sekaligus peluang luas dalam peningkatan industri dan transformasi digital. Di sisi lain, China memiliki keunggulan global dalam teknologi seperti kecerdasan buatan, robotika industri, dan teknologi digital.
"Kedua negara memiliki potensi saling melengkapi yang sangat besar, dengan prospek kerja sama ekonomi digital yang menjanjikan,” jelasnya.
Ke depan, kerja sama antara KIJA dan China Silk Road Group Ltd. ini akan difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu ekonomi digital, kecerdasan buatan, serta robotika dan manufaktur cerdas. Ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai sektor seperti layanan kesehatan cerdas, pabrik pintar, manajemen energi minyak dan gas, kota pintar, pertanian modern, hingga keuangan digital.
Selain itu, kedua pihak juga akan mengembangkan berbagai inisiatif pendukung seperti penyelenggaraan exhibition, forum ekonomi, penguatan jaringan bisnis, serta pengembangan sistem logistik dan rantai pasok guna meningkatkan efisiensi perdagangan dua arah.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk mendirikan showroom atas nama Innovation & Cooperation Center di Beijing dan Jakarta sebagai platform promosi bagi satu sama lain.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





