JOGJA, DISWAY.ID - Polresta Yogyakarta menggerebek sebuah tempat penitipan anak atau Daycare yang menyekap hingga mengikat sejumlah balita hingga viral di media sosial.
Tak hanya itu, terdapat fakta mencengangkan dari kasus yang menjadi sorotan itu.
BACA JUGA:Geger! 103 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha: Diikat Tergeletak di Lantai
Menurut Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, yang memimpin penggerebekan Daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, terdapat praktik tak manusiawi yang berpotensi jeratan pidana.
Polisi menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan pengasuh terhadap anak-anak di lokasi hingga foto itu beredar di media sosial.
“Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” tegas Adrian saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu, 25 April 2026 malam.
Berdasarkan penyelidikan sementara, Polresta Yogyakarta telah menangani kasus ini sejak Jumat malam hingga Sabtu sore di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta.
Ada 30 orang yang diamankan ntuk dilakukan pemeriksaan intensif. Mereka yang diamankan terdiri dari para pengasuh hingga pejabat di yayasan yang menaungi daycare tersebut.
Adrian menambahkan, pihak kepolisian akan segera melakukan gelar perkara setelah proses pendalaman formil selesai dilakukan oleh penyidik.
“Sekitar 30 orang itu dari tadi malam sampai detik ini masih dilakukan pemeriksaan. Mungkin nanti habis magrib kita lakukan gelar perkara lagi untuk penetapan tersangka,” jelasnya.
BACA JUGA:Tinjau Daycare Balai Kota, Pramono Minta Penambahan Layanan dan Peserta Didik
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan penganiayaan dan tindakan diskriminatif. Meski sempat kesulitan menggali informasi, sorotan publik yang masif mendorong para orang tua berani melapor ke Mapolresta Yogyakarta.
Salah satu orang tua korban, Aldewa, mengaku baru mengetahui praktik keji tersebut melalui video yang beredar di media sosial pada Jumat sore. Ia sempat curiga karena menemukan luka lebam di kaki anaknya saat dijemput, namun semula ia mengira luka tersebut akibat jatuh saat bermain.
“Saya baca jam 5 sore, ada ibu jemput katanya lihat di video sudah posisi diikat dan segala macam. Terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Istri saya bilang kayaknya jatuh, jadi saya tidak tanya pihak sekolah,” ujar Aldewa dengan nada menyesal.
Polresta Yogyakarta kini tengah melengkapi bukti-bukti formil untuk menjerat para pelaku yang terlibat dalam dugaan kekerasan dan penelantaran anak di bawah umur tersebut





