Lengkap! Panduan Niat Ibadah Kurban Sesuai Sunnah agar Afdol dan Diterima

medcom.id
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Ibadah kurban adalah salah satu amalan paling istimewa bagi umat Islam yang melambangkan keikhlasan, ketundukan, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Namun, layaknya ibadah lain dalam Islam, niat memegang peranan krusial sebagai penentu sah atau tidaknya kurban tersebut di mata Allah SWT.
 
Niat bukan sekadar ucapan, melainkan ungkapan tekad dan kehendak hati seorang muslim untuk beribadah semata-mata karena-Nya. Tanpa niat yang benar, penyembelihan hewan hanya akan menjadi sembelihan biasa tanpa nilai pahala kurban. Kapan Niat Kurban Harus Diucapkan? Niat idealnya diucapkan dalam hati pada saat hewan kurban akan disembelih.
  • Jika menyembelih sendiri: Niat diucapkan langsung saat proses penyembelihan akan dimulai.
  • Jika diwakilkan (Panitia/Orang Lain): Kurban tetap sah jika orang yang berkurban (shohibul kurban) sudah berniat saat menyerahkan hewannya. Namun, menurut kitab Ar-Raudhah, niat juga boleh didahulukan sebelum penyembelihan berlangsung, misalnya saat penyerahan hewan kepada panitia.
Bacaan Niat Kurban dan Artinya Berikut adalah beberapa bacaan niat kurban berdasarkan peruntukannya: Niat Kurban untuk Diri Sendiri نويت أن أاضحي للهِ تَعَالى
Nawaitu an udhahhi lillaahi ta’aala
Artinya: “Aku berniat kurban untuk diriku sendiri karena Allah SWT.”
 

Baca Juga :

Berapa Biaya Patungan Sapi Kurban 2026? Ini Rincian Harga Terbarunya
 
Niat Kurban untuk Keluarga اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّي يَا كَرِيمُ
Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni yaa kariim
Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini merupakan nikmat dari-Mu, dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karena-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah kurbanku.” Niat Kurban untuk Orang Lain (Mewakili) نويت أن أضحي لـ (sebutkan nama) الله تعلى
(Nawaitu an udhahhi li ... (sebut nama) lillaahi ta’aala)
Artinya: “Aku berniat kurban untuk (sebutkan nama orang yang diwakilkan) karena Allah SWT.”
 
Niat dalam ibadah kurban bukan sekadar formalitas lisan sebelum penyembelihan, melainkan sebuah refleksi spiritual yang membawa dampak besar bagi jiwa seorang Muslim. Melalui niat yang tulus, seorang hamba diajak untuk melakukan perjalanan batin, mengenang kembali ketaatan mutlak Nabi Ibrahim AS saat menerima perintah Allah SWT. Niat ini menjadi simbol bahwa kita siap menanggalkan ego dan kecintaan duniawi demi kecintaan yang lebih besar kepada Sang Khalik, sebagaimana pengorbanan luar biasa yang dilakukan oleh bapak para Nabi tersebut. 

(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atletico Madrid sudahi kekalahan beruntun, taklukkan Athletic Club
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Daycare Little Alesha Yogyakarta Ternyata Tak Berizin
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Rusak Demokrasi, Warga Amerika Tak Lagi Percaya Pemilu?
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Grand Final Proliga 2026, 25 April: LavAni Kunci Gelar Juara! Gagalkan Hattrick Jakarta Bhayangkara Presisi
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Ditopang Pendapatan Sewa dan Ekspansi PIM 5, Begini Prospek Emiten Grup Pondok Indah (MKPI)
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.