Penulis: Fityan
TVRINews, London, Inggris
Gol Nico Gonzalez di Menit Akhir Kandaskan Perlawanan Heroik Southampton di Wembley
Manchester City sukses mengamankan tiket ke final FA Cup untuk keempat kalinya secara beruntun setelah memenangkan laga dramatis melawan Southampton.
Nico Gonzalez dari Manchester City merayakan gol kemenangan. (Foto: Catherine Ivill/AMA)
Gol spektakuler Nico Gonzalez pada menit ke-87 menjadi pemutus kebuntuan dalam pertandingan yang diwarnai tiga gol hanya dalam kurun waktu delapan menit.
Finn Azaz (dua kiri) membawa Southampton unggul melalui tendangan jarak jauh.( Foto: Paul Childs/The Guardian Sport)
Drama di Stadion Wembley pada sabtu 25 April 2026, memuncak pada menit ke-79 ketika gelandang Southampton, Finn Azaz, mencetak gol indah melalui tendangan melengkung dari jarak 25 meter.
Gol tersebut sempat membawa aroma kejutan dari tim divisi Championship tersebut dan membangkitkan asa pendukung The Saints.
Namun, keunggulan itu hanya bertahan sekejap. Skuat asuhan Pep Guardiola merespons dengan determinasi tinggi.
Jérémy Doku, yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi individu dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan yang berbelok arah setelah mengenai James Bree.
Puncak emosi terjadi tiga menit sebelum waktu normal berakhir. Pemain debutan baru, Bernardo Silva, menginisiasi serangan yang diteruskan oleh Doku kepada Nico Gonzalez.
Dari luar kotak penalti, Gonzalez melepaskan sepakan roket yang meluncur deras ke pojok gawang Daniel Peretz, sekaligus memastikan kemenangan 3-2 untuk The Citizens.
Rotasi Berisiko dan Mental Juara
Pep Guardiola melakukan perjudian besar dengan melakukan sembilan perubahan pada susunan pemain utama dibanding laga tengah pekan lalu.
Nama-nama besar seperti Erling Haaland dan Bernardo Silva memulai laga dari bangku cadangan.
Keputusan ini membuat City sempat tampil kurang padu di babak pertama, meski mendominasi penguasaan bola.
Pelatih Southampton, Tonda Eckert, yang baru enam bulan menjabat sebagai pelatih kepala, hampir saja menorehkan sejarah besar. "Mereka (Southampton) tampil luar biasa berani. Saya sangat bangga dengan apa yang para pemain tunjukkan hari ini," ungkap Eckert dalam sesi konferensi pers usai laga.
Guardiola sendiri terlihat memberikan pelukan hangat kepada Eckert sesaat setelah peluit panjang berbunyi.
Meski menang, Guardiola mengakui tekanan yang diberikan lawan. "Mereka memaksa kami mengeluarkan energi ekstra. Di fase ini, yang terpenting adalah karakter untuk bangkit," tutur manajer asal Catalan tersebut.
Menatap Rekor Treble Kedua
Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih treble musim ini. Meskipun sempat diragukan oleh beberapa pengamat di awal musim,
City kembali membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris.
Kini, fokus City akan beralih kembali ke Premier League, sementara mereka menunggu pemenang antara Chelsea atau Leeds United untuk dihadapi di partai puncak bulan depan.
Bagi Southampton, kekalahan ini tetap meninggalkan rasa bangga, terutama dengan performa spartan yang hampir meruntuhkan hegemoni juara bertahan.
Editor: Redaksi TVRINews





