Blok M Tetap Ramai Saat Pemadaman Lampu Hari Bumi di Jakarta Malam Ini

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana kawasan Blok M, Jakarta Selatan, tetap ramai saat pemadaman lampu dalam rangka peringatan Hari Bumi, Sabtu (25/4/2026) malam.

Aktivitas di pusat kuliner dan hiburan tersebut tampak tidak terpengaruh meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak untuk memadamkan lampu selama satu jam, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.

Kios-kios makanan tetap dipadati pengunjung, terutama kalangan muda yang menikmati malam akhir pekan. Sejumlah tempat photo box juga terlihat ramai didatangi pengunjung.

Di sisi lain, tak jauh dari kawasan tersebut, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan tampak gelap selama pemadaman berlangsung.

Sejumlah anak muda mengaku tidak sepenuhnya menyadari adanya kegiatan pemadaman lampu tersebut. Namun, mayoritas dari mereka menganggap aksi pemadaman listrik ini merupakan langkah yang positif.

Baca juga: Suasana Sudirman Jakarta Saat Hari Bumi, Lampu Jalan dan Monumen Dipadamkan

Putri (21), salah satu pengunjung Blok M, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif untuk mengurangi penggunaan energi.

“Bagus sih, jadinya kasih waktu sumber daya untuk enggak dipakai dulu,” kata Putri saat ditemui di lokasi.

Namun, ia menilai durasi pemadaman selama satu jam belum cukup memberikan dampak signifikan.

“Ada pro dan kontra sih. Karena habis itu listriknya dinyalain lagi pasti besar dayanya,” ujarnya.

Menurut Putri, kawasan seperti Blok M kemungkinan tidak ikut dipadamkan karena tingginya aktivitas pengunjung.

“Ini kan tempat hiburan, semuanya lah. Jadi pasti mungkin chaos. Tapi kalau ada pemberitahuan dulu mungkin bisa,” kata dia.

Baca juga: Jakarta Lakukan Pemadaman Lampu Serentak 3 Kali, Ini Jadwal dan Lokasinya

Pengunjung lainnya, Faisal (23), menilai pemadaman lampu dalam rangka Hari Bumi merupakan langkah positif untuk mendorong penghematan energi dan meningkatkan kesadaran lingkungan.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak terlalu berdampak bagi pengunjung, namun tetap perlu memperhatikan keberlangsungan aktivitas para pelaku usaha di lapangan.

“Kalau kita pengunjung sih kayaknya enggak akan berdampak. Tapi yang di atas lagi, orang-orang kayak gini yang jualan. Kan kalau listriknya mati, otomatis kulkasnya juga mati,” ujar Faisal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga berpendapat, kegiatan seperti ini akan lebih optimal jika dilakukan secara berkala agar pesan pelestarian lingkungan dapat lebih dirasakan masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementerian ESDM Minta Bobibos Ikuti Prosedur Uji Teknis Bahan Bakar
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Parade Perahu Nelayan Semarakkan Festival Pulau Bokori
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Langsung Dibocorkan Ahmad Dhani, Ini Jadwal dan Lokasi Akad Nikah El Rumi dan Syifa Hadju
• 4 jam lalugrid.id
thumb
MINE Tebar Dividen Rp14,75 per Saham, Ini Jadwal Pencairannya
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Tren Wisata Berubah, Ekonomi Kerajinan Tangan di China Tumbuh Pesat Berbasis Pengalaman
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.