KAPUAS, KOMPAS.TV – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Menurut Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, kondisi tersebut mengancam produktivitas nasional, khususnya kelompok usia lanjut.
“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka,” jelasnya saat membuka Bakti Sosial Operasi Katarak di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (24/4),seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenkes.
Baca Juga: Info Operasi Katarak Gratis bagi Warga Jakarta, Cek Ketentuan sampai Cara Daftarnya
Berdasarkan data Kemenkes, katarak menjadi penyebab utama kebutaan penduduk usia di atas 50 tahun (81,2%).
Hasil skrining program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025–2026 mengonfirmasi 2,95 juta orang dari 23,35 juta yang diperiksa, 2,95 mengalami gangguan mata.
Dante menambahkan, penderita katarak kehilangan akses terhadap sekitar 80% informasi yang diterima melalui indra penglihatan.
“Dunia yang dulu jelas perlahan menjadi buram. Penderita seolah kehilangan terang di sisa hidupnya,” tambahnya.
Menurutnya, pemerintah menerapkan dua strategi utama untuk menekan angka kebutaan, yakni mengintegrasikan skrining mata dalam program CKG 2026 dan memastikan layanan operasi katarak terjamin sepenuhnya dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain itu, pemerintah menggandeng Noor Dubai Foundation (UEA) dan PERDAMI untuk memberikan operasi gratis bagi 500 pasien periode Januari–Mei 2026, yang tersebar di Kalimantan Tengah (200 pasien), NTB (150 pasien), dan NTT (150 pasien).
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- katarak
- kebutaan akibat katarak
- kementerian kesehatan
- kemenkes
- buta akibat katarak





