Menkeu Optimistis IHSG Tembus Level 10.000

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Fundamental Ekonomi Nasional Menjadi Penopang Utama di Tengah Gejolak Bursa Saham Asia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap berada pada jalur penguatan menuju level psikologis 10.000 tahun ini. 

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas tekanan hebat yang melanda pasar modal domestik dalam beberapa hari terakhir.

Meski bursa domestik sempat mencatatkan koreksi tajam hingga 3,38 persen posisi terburuk di antara bursa utama Asia pemerintah memandang fenomena ini sebagai dampak temporer dari sentimen negatif global. 

Pada penutupan perdagangan Jumat 24 April 2026, IHSG terperosok ke level 7.129,49 setelah kehilangan 249,11 poin.

"Ini masih fase volatilitas. Jika fundamental ekonomi kita tetap kokoh, IHSG akan segera rebound dengan cepat," ujar Purbaya di sela-sela pengarahan media, sebagaimana dikutip Sabtu 25 April.

Fokus pada Kekuatan Fundamental

Dalam ulasannya, Purbaya menekankan bahwa prioritas otoritas fiskal saat ini bukanlah melakukan intervensi langsung terhadap pergerakan angka di bursa, melainkan menjaga kesehatan ekosistem ekonomi makro secara menyeluruh. 

Ia meyakini adanya korelasi otomatis antara stabilitas ekonomi nasional dengan kinerja pasar modal.

"Fokus saya adalah menjaga stabilitas ekonomi, bukan sekadar memantau IHSG. Pasar saham pada akhirnya akan menyesuaikan diri secara otomatis dengan kekuatan fundamental ekonomi kita," tambahnya.

Kinerja Regional dan Data Pasar

Sentimen menghindari risiko (risk-off) memang tengah menyelimuti kawasan Asia. Mayoritas indeks utama seperti Sensex India, PSEI Filipina, hingga Shanghai Composite China ditutup melemah. 

Namun, koreksi di Jakarta tercatat sebagai yang paling dalam dibandingkan rekan regional lainnya.

Data perdagangan menunjukkan volume transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai 47,12 miliar saham dengan nilai perputaran menembus Rp24,33 triliun. 

Meskipun sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.383,4 pada awal sesi, aksi jual masif menyeret indeks ke level terendah hari itu di 7.115,97.

Di sisi lain, hanya beberapa bursa seperti Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong yang mampu bertahan di zona hijau di tengah tekanan jual global. 

Para analis memandang optimisme pemerintah sebagai pesan stabilitas bagi investor asing agar tetap percaya pada prospek jangka panjang aset keuangan Indonesia.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Ajak Tokoh Sumbagsel Susun Program Nyata untuk 2027-2029
• 23 jam laludetik.com
thumb
Menkop Yakin Kopdes Merah Putih Akan Jadi Ekosistem Ekonomi Baru di NTT
• 21 jam laludetik.com
thumb
Peristiwa 26 April: Ki Hajar Dewantara dan Ustadz Jefri Al Buchori Tutup Usia
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump: Satu Orang Ditangkap Usai Terjadi Penembakan di Jamuan Makan Malam White House Correspondents
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Tangerang Hawks menang tiga kali beruntun usai kalahkan Satya Wacana
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.