Menjadi pedagang tampaknya tidak mudah. Ini memerlukan mentalitas, kecerdasan, dan "seni" yang tinggi.
Hal itu terlihat betul oleh saya ketika berbincang dengan Haji Adri, seorang pedagang besar yang berjualan macam-macam produk. Bisnisnya berkantor pusat di Metro, Lampung.
Baca Juga
Titik Panas Riau Tembus 840 Titik, Menteri LH: Jangan Tunggu Api Membesar
Bangkit dari Mati 24 Ribu Tahun, Ilmuwan Hidupkan Makhluk Purba yang Terkubur di Es Siberia
DMI Kabupaten Bandung Kian Aktif, KDS Dukung Penguatan SDM Pengurus Masjid
Kunci suksesnya, menurut saya, tidak hanya terletak pada kerja keras, melainkan juga---yang lebih penting lagi---sikap amanah dan keteguhannya dalam menepati janji.
Saya melihat, bila sudah terikat dengan janji atau kesepakatan, Haji Adri akan berusaha dengan sekuat tenaganya untuk menepati dan memenuhi janjinya itu kepada mitra terkait. Dengan begitu, terbangunlah antara mereka rasa saling percaya, hubungan bisnis yang an tarodhin (saling ridho), serta berkelanjutan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Konsistensi itu, menurut Haji Adri, sudah berpuluh tahun dilakoninya hingga kini. Salah satu hal menarik bagi saya ketika berbincang dengannya adalah bagaimana dia berusaha menjaga dan memenuhi janjinya.
Ketika sudah terikat dengan janji pada harga tertentu dengan mitranya, dia tidak meminta restrukturisasi harga bila terjadi harga turun-naik. Alhasil, mitranya pun sering dibuat bingung.
Menurut Haji Adri, yang penting ialah adanya jaminan terhadap keberlanjutan supply. Kalau supply bahan baku dari produknya terganggu, tentu produksinya juga akan terganggu. Hal ini tentunya tidak diinginkan terjadi.
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.