DPR Minta Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Berbasis Perlindungan Anak

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat dari kalangan anak jalanan harus berlandaskan prinsip perlindungan anak dan keberlanjutan pendidikan.

DPR Minta Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Berbasis Perlindungan Anak (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya menegaskan bahwa rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat dari kalangan anak jalanan harus berlandaskan prinsip perlindungan anak dan keberlanjutan pendidikan. 

Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi langkah Kementerian Sosial yang menjaring calon peserta didik dari wilayah jalanan dan pasar di Pejompongan, Jakarta Pusat. 

Baca Juga:
Wonosobo Ditargetkan Jadi Sentra Susu Nasional

Berdasarkan data, terdapat 77 anak yang teridentifikasi sebagai calon siswa tahun ajaran 2026/2027, dengan 29 di antaranya merupakan anak jalanan yang tidak bersekolah dan bekerja di sektor informal.

Atalia menilai, pendekatan "jemput bola" merupakan bentuk kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan. Namun, ia mengingatkan, langkah tersebut harus diikuti dengan sistem yang komprehensif dan berkelanjutan.

Baca Juga:
Kredit Bertumbuh SMBC Indonesia Pilih Ekspansi Selektif di Awal 2026

"Langkah jemput bola ke titik-titik anak jalanan adalah bentuk kehadiran negara yang nyata. Tetapi, yang lebih penting adalah memastikan bahwa proses ini tidak berhenti pada pendataan dan rekrutmen awal, melainkan berlanjut pada pendampingan yang berkelanjutan," ujar Atalia dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).

Ia pun menyoroti bahwa angka anak tidak sekolah (ATS) di Indonesia masih tinggi. Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan jumlah ATS mencapai ratusan ribu anak usia sekolah, terutama di kawasan perkotaan padat dan wilayah kantong kemiskinan. Anak jalanan menjadi kelompok paling rentan karena menghadapi persoalan ekonomi, sosial, dan perlindungan.

Baca Juga:
Harga Emas Antam hingga Pegadaian Kompak Naik, Cek Lengkapnya

Dalam kerangka tersebut, Atalia menyampaikan sejumlah catatan. Pertama, integrasi data antara Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan verifikasi lapangan perlu diperkuat agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan bias. Kedua, pendekatan berbasis keluarga dinilai penting mengingat banyak anak turun ke jalan akibat tekanan ekonomi rumah tangga.

Selain itu, ia menekankan pentingnya jaminan keberlanjutan pendidikan melalui pendampingan psikososial dan kurikulum adaptif, serta perlunya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi masyarakat sipil.

Baca Juga:
Polda Sumsel Sita 2 Kapal Bermuatan 82 Ribu Kiloliter Solar Ilegal di Perairan Banyuasin

“Atas nama Komisi VIII DPR RI, kami akan mendorong agar Sekolah Rakyat menjadi kebijakan inklusif yang berkelanjutan dan terukur dampaknya,” kata Atalia.

Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah anak yang terjaring, tetapi juga dari kemampuan mereka bertahan dalam pendidikan dan keluar dari siklus kerentanan.

Baca Juga:
Israel Tewaskan Empat Orang di Lebanon saat Gencatan Senjata

"Setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama atas pendidikan yang layak sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Negara harus hadir tidak hanya untuk menemukan mereka yang tertinggal, tetapi juga memastikan mereka dapat melangkah maju dengan martabat dan masa depan yang lebih baik," tuturnya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sering Makan Larut Malam: Apakah Berdampak pada Metabolisme Tubuh?
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Diamankan Usai Insiden Tembakan di White House Dinner
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Zodiak yang Suka Menghindari Konflik dan Drama
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Identitas Pria Misterius Pelaku Penembakan di Jamuan Makan Gedung Putih yang Dihadiri Trump Akhirnya Terungkap
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Penjelasan BGN soal Anggaran Video Conference Capai Rp5,7 Miliar
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.