Penjelasan BGN soal Anggaran Video Conference Capai Rp5,7 Miliar

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan penjelasan terkait pengadaan layanan video conference senilai Rp5,7 miliar untuk periode April hingga Desember 2026. 

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Baca Juga :
Zulhas Minta Sekolah Langsung Komplain Jika MBG Tak Sesuai Standar: Jangan Dibuat Konten!
Program MBG Dinilai Sukses Perbaiki Pola Makan dan Biasakan Menu Sayur-Buah ke Anak

Dia menyebut, program MBG membutuhkan koordinasi luas, penyampaian arahan teknis secara seragam, serta edukasi kepada berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah.

Dadan menjelaskan bahwa pelaksanaan program makan bergizi tidak hanya bergantung pada distribusi layanan di lapangan, tetapi juga pada kemampuan BGN memastikan seluruh pelaksana memahami arahan, pedoman, dan standar pelaksanaan yang sama. 

Karena itu, sarana komunikasi digital dengan kapasitas besar diperlukan untuk menjaga keselarasan informasi di seluruh jenjang pelaksanaan program.

“Program makan bergizi melibatkan banyak pihak, mulai dari pusat, pemerintah daerah, satuan pelayanan, hingga pelaksana di lapangan. Dalam situasi seperti ini, koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program,” ujar Dadan dalam keterangannya, Sabtu, 25 April 2026.

Menurut Dadan, layanan video conference tersebut merupakan sistem enterprise terpusat yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN, dengan kapasitas sekitar 5.000 pengguna aktif dan kemampuan menampung hingga 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan virtual. 

Layanan ini akan digunakan oleh seluruh struktur organisasi BGN, mulai dari pimpinan tinggi madya (setara eselon I), pimpinan tinggi pratama (setara eselon II), pejabat administrator (setara eselon III), hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.

Layanan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan program, antara lain rapat koordinasi nasional dan daerah, sosialisasi kebijakan, penyampaian pedoman teknis, bimbingan teknis bagi pelaksana, forum evaluasi program, serta kegiatan edukasi publik. 

Dengan dukungan kapasitas besar tersebut, BGN dapat menjangkau hingga puluhan ribu peserta dalam satu waktu, termasuk pelaksana di berbagai wilayah yang membutuhkan arahan langsung dari pusat.

“Kami ingin memastikan bahwa pesan, arahan, dan pedoman pelaksanaan program dapat diterima secara utuh oleh pelaksana di berbagai daerah. Kebutuhan ini sebagai bagian dari sistem kerja untuk menjaga kualitas pelaksanaan program,” pungkas dia.

Baca Juga :
BGN Pastikan Program MBG Tepat Sasaran Lewat Penetapan Wilayah Prioritas
Begini Strategi BGN Salurkan MBG di Daerah Rawan Pangan
Kepala BGN Bantah 19.000 Sapi jadi Kebutuhan Harian MBG: Hanya Pengandaian

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Red Sparks Resmi Datangkan Pevoli China untuk Isi Kuota Asia, Kabar Megawati Hangestri ke Hillstate Dekati Kenyataan?
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Soal Batas Jabatan Ketum, PKS Klaim Sudah Lebih Dulu Terapkan
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Zodiak yang Suka Fangirling
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Heboh! Pemotor di Bandung Acungkan Pistol Usai Serobot Antrean SPBU
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Bulog Sumut Catat Rekor Stok Beras Tertinggi, Capai 63.000 Ton
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.