Pantau - Pemerintah Kabupaten Bulungan mendorong seluruh transaksi dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan secara digital guna meningkatkan akuntabilitas dan keamanan pengelolaan keuangan.
Bupati Bulungan Syarwani menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut dengan menekankan pentingnya penggunaan sistem nontunai dalam operasional koperasi.
"Kalau sudah berbasis digital, misalnya menggunakan aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), send-nya pun bisa ketik," ungkapnya.
Penggunaan sistem digital seperti QRIS dinilai dapat mempermudah proses pembayaran sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam pencatatan transaksi.
Syarwani menegaskan bahwa transaksi digital dapat mengurangi potensi selisih kecil dalam pencatatan yang berisiko menimbulkan masalah hukum jika terakumulasi.
"Jujur saja yang saya khawatirkan itu hanya karena kembalian Rp500 atau Rp50 itu bisa berdampak hukum kalau diakumulasi. Tentu kita ingin juga seluruh pengurus atau pengelola koperasi itu aman. Jadi kita arahkan kepada berbasis digital dalam transaksi keuangan," jelasnya.
Pemerintah daerah juga mendorong penerapan transaksi nontunai di gerai koperasi demi menjaga keamanan pengelolaan dana.
Digitalisasi koperasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi dalam tata kelola keuangan di tingkat desa dan kelurahan.
Selain itu, upaya ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program Koperasi Merah Putih di daerah.
Langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengadopsi sistem modern guna memperkuat tata kelola koperasi yang lebih akuntabel.




