Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Pemerintah Kutuk Serangan dan Desak Investigasi

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita atas gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL), setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dideritanya dalam insiden pada akhir Maret 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan bahwa pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Rico dan tengah berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan.

"Pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan pengorbanan almarhum bagi perdamaian dunia," ujar Nabyl, Minggu, 26 April 2026.

BACA JUGA:Indonesia Kembali Berduka, Kopral Rico Sang Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon

Praka Rico gugur setelah dirawat intensif selama hampir sebulan pasca mengalami luka serius akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan pada 29 Maret lalu.

Nabyl menambahkan, pemerintah Indonesia selama ini telah bekerja sama dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, dan tim medis di Beirut untuk memastikan penanganan medis yang optimal. Namun, kondisi yang dialami Rico cukup parah.


Prajurit UNIFIL, Praka Rico gugur setelah sebulan dirawat akibat serangan Israel di Lebanon.-Istimewa-

"Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” imbuh Nabyl.

Pada kesempatan yang sama, Nabyl mengatakan bahwa Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia.

BACA JUGA:Panglima TNI Pastikan Misi Prajurit UNIFIL di Lebanon Berakhir Mei 2026


Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, serangan terhadap personel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini,” kata Nabyl.

Praka Rico menjadi personel Indonesia keempat yang gugur saat bertugas di bawah komando UNIFIL. Sebelumnya, serangan yang sama telah menggugurkan Praka Farizal Rhomadhon di lokasi kejadian.

Kemudian, sehari setelahnya,  Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, juga gugur akibat serangan yang timbul di dekat Bani Haiyyan, Lebanon Selatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
LavAni tumbangkan Bhayangkara untuk raih juara Proliga 2026
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Temui Wakil Wali Kota Seoul, Pramono Diskusikan Konser BTS di Jakarta
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Proyek Rel Nasional 14.000 Km Butuh Dukungan Pendanaan Jumbo
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
53 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Liga Inggris, Klasemen, dan Top Skor: Arsenal Kudeta Manchester City, Liverpool Naik 4 Besar
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.