JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan dua faktor penyebab bertambahnya jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia.
Ia menyampaikan hal itu saat mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) bagian B Yayasan Kesejahteraan Usaha Utama (YAKUT), Purwokerto, Jawa Tengah pada Sabtu (25/4/2026).
Menurut Menteri Abdul Mu`ti, secara statistik jumlah anak-anak berkebutuhan khusus terus meningkat.
Baca Juga: TKA SD 2026 Mulai Hari Ini, Wamendikdasmen Ingatkan Siswa Jangan Panik, Kerjakan Soal Mudah Dahulu
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah anak-anak berkebutuhan khusus ini ada dua kemungkinan.
Pertama, memang terjadi penambahan jumlah, dan yang kedua adanya kemungkinan masyarakat semakin berani menyatakan anaknya berkebutuhan khusus.
Menurutnya, selama ini sebagian masyarakat menyembunyikan anak-anak mereka yang berkebutuhan khusus karena menganggap itu sebagai kutukan Tuhan, sebagai azab.
Menteri Mu’ti menegaskan, hal semacam itu merupakan pemahaman yang sangat jauh dari tuntunan agama dan harus diberikan pencerahan.
Alasan kedua, sebagian masyarakat malu karena anaknya berkebutuhan khusus.
Oleh karena itu, lanjut Mu`ti, Pemerintah berkomitmen memberikan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus itu melalui tiga program.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- mendikdasmen
- menteri pendidikan dasar menengah
- abdul muti
- anak berkebutuhan khusus
- sekolah inklusi





