Butuh Capex hingga Modal Kerja, INCO Eksekusi Greenshoe USD250 Juta

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Greenshoe adalah mekanisme tambahan nilai pinjaman yang memungkinkan debitur untuk meningkatkan jumlah total fasilitas kredit.

Butuh Capex hingga Modal Kerja, INCO Eksekusi Greenshoe USD250 Juta (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memanfaatkan opsi greenshoe senilai USD250 juta dari fasilitas kredit bergulir yang sebelumnya telah diperoleh dari sejumlah bank global.

Greenshoe adalah mekanisme tambahan nilai pinjaman yang memungkinkan debitur untuk meningkatkan jumlah total fasilitas kredit (pinjaman) yang diterima dari sindikasi bank, melampaui nominal awal yang disepakati.

Baca Juga:
KIM Indonesia Bukukan AUM Rp10,7 Triliun, Mayoritas dari Reksa Dana Fixed Income

Dalam keterbukaan informasi Jumat (24/4/2026), tambahan fasilitas tersebut berasal dari sindikasi bank yang terdiri dari DBS Bank Ltd, Mizuho Bank Ltd, PT Bank Mizuho Indonesia, serta UOB Ltd.

Dengan eksekusi opsi tersebut, total nilai fasilitas kredit yang dimiliki perseroan dari sindikasi bank ini meningkat menjadi USD750 juta. 

Baca Juga:
Vale (INCO) Bukukan Laba Bersih USD76,1 Juta, Meningkat 32 Persen

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan umum korporasi, termasuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja.

Perseroan menjelaskan, seluruh fasilitas kredit ini dikenakan bunga berbasis term SOFR ditambah margin tertentu yang berlaku. 

Adapun jangka waktu fasilitas adalah 24 bulan terhitung sejak 25 Maret 2026, dengan opsi perpanjangan selama 6 hingga 12 bulan ke depan.

Dari sisi materialitas, transaksi ini tergolong signifikan karena nilainya setara sekitar 27 persen dari total ekuitas perseroan. 

Sebagai informasi, INCO membukukan laba bersih USD76,1 juta atau setara Rp1,29 triliun (kurs Rp17.000 per USD) sepanjang 2025.

Capaian tersebut meningkat 32 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya USD57,77 juta. Pendapatan perseroan juga tumbuh 4,21 persen menjadi USD990 juta pada 2025 dari tahun sebelumnya USD950 juta didorong oleh pemulihan harga nikel yang moderat.

Adapun pengiriman nikel matte tercatat 73.093 ton atau meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 72.625 ton. Hal ini mendukung perseroan dalam mempertahankan EBITDA sebesar USD228,2 juta sepanjang 2025.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antisipasi El Nino, Kementan Genjot Pengembangan Hortikultura Lahan Kering
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Media Ibrani Bongkar Runtuhnya Doktrin Militer Israel Akibat Perang Iran dan Badai Al-Aqsa
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Korban Tewas Bom Jelang Pilpres di Kolombia Jadi 14 Orang, 38 Luka-luka
• 10 jam laludetik.com
thumb
72 Kloter Berangkat, 17.747 Jamaah Haji Tiba di Madinah
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
SCBD Padamkan Lampu 1 Jam, Dukung Inisiatif Pemprov DKI di Earth Day
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.