Pasar Mobil Diesel Bekas Didominasi Model Jepang, Alternatifnya Terbatas

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pilihan mobil diesel bekas di pasar ternyata tidak terlalu banyak di luar model populer seperti Toyota Innova, Toyota Fortuner, dan Mitsubishi Pajero Sport. Hal ini diakui langsung oleh pedagang di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua yang menyebut opsi di luar tiga model tersebut cukup terbatas.

Penggawa lapak mobil, Peter, mengatakan sebagian besar konsumen memang masih terfokus pada model Jepang. Sementara alternatif dari merek lain, khususnya Korea, hanya memiliki ceruk pasar tertentu.

“Model lain diesel (selain Toyota Innova Diesel, Toyota Fortuner Diesel, dan Mitsubishi Pajero Sport Diesel) enggak ada ya setahu saya. Kecuali mungkin di luar merek Jepang ada Hyundai,” buka Peter saat dihubungi kumparan, Senin (20/4/2026).

Meski begitu, ia menyebut masih ada beberapa model diesel lain yang sempat beredar di pasar, seperti Hyundai Santa Fe. Namun, unitnya kini jarang ditemui dan harganya tidak lagi bisa ditebak di pasar mobil bekas.

“Kalau Santa Fe yang diesel, terakhir sih saya jual di atas Rp500 juta. Tapi harga itu sudah enggak jadi patokan,” katanya.

Selain itu, model MPV premium seperti Hyundai Staria juga sempat hadir di pasar mobil bekas. Mobil ini memiliki segmen yang berbeda dibandingkan model Jepang yang lebih umum.

“Hyundai Staria itu biasanya masih Rp530 jutaan tahun 2021. Tapi beda market jadinya karena kalau ini segmennya sudah premium,” ujarnya.

Alternatif lain datang dari model yang lebih lama seperti Hyundai H1. Untuk unit lansiran 2016, harga yang ditawarkan masih berada di kisaran Rp 260 jutaan untuk tipe Royale.

“Diesel ada juga Hyundai H-1. Katakan yang tahun 2016 itu terakhir jual sekitar Rp260 jutaan, itu tipe Royale,” kata dia.

Namun dari sisi permintaan, model-model diesel di luar merek Jepang tersebut tidak terlalu besar. Ia menyebut tetap ada konsumen yang mencari, tetapi volumenya tidak sebanyak Toyota Innova, Toyota Fortuner, atau Mitsubishi Pajero.

“Ada aja sih, kadang yang nyari atau sekedar tanya mobil diesel pabrikan Korea tapi ya enggak banyak,” ujarnya.

Menurutnya, tren pasar juga mulai berubah dalam beberapa waktu terakhir. Model seperti Staria yang sempat diminati kini mulai mengalami penurunan permintaan seiring hadirnya pilihan teknologi lain.

“Hyundai Staria lagi kurang, dulu sempet booming. Sekarang ini sudah mulai kurang, mungkin karena banyak segmen hybrid ya,” katanya.

Ia menambahkan, konsumen saat ini cenderung kembali memilih model yang sudah terbukti kuat di pasar. Bahkan ada kecenderungan pergeseran minat dari mobil Korea ke produk Jepang atau bahkan merek lain yang lebih kompetitif.

“Mungkin kalau yang peminat Staria. Dulu dia carinya dari Korea sekarang mungkin ke China,” tuntasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh! Dugaan Malpraktik Operasi Angkat Rahim Tanpa Biopsi Gegerkan Medan, Kemenkes Respons Singkat
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Fadli Zon Kunjungi Panthéon, Pelajari Tata Kelola Museum untuk Penguatan Budaya Indonesia
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Mahfud MD Nilai Pernyataan Saiful Mujani Tidak Makar
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Daftar Penampil di Resepsi Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju, Ada Dewa 19 Hingga Penyanyi Internasional
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Bukit Dami Leces, Wisata Favorit Baru untuk Menikmati Sunset
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.