Bapanas Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, Cegah Kasus Keracunan Terulang

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) berkomitmen memperketat pengawasan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan tidak ada lagi kasus keracunan makanan di masa mendatang.

Langkah ini juga diambil untuk memastikan inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan optimal tanpa kendala kesehatan bagi para penerima manfaat.

BACA JUGA: Kepala Bapanas: Impor Hanya 5 Persen, Indonesia Resmi Capai Swasembada Pangan

“Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional turut andil dalam memberikan bimbingan teknis kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), kepada SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia), sehingga diharapkan program makan bergizi gratis ini ke depan dapat lebih tertib kemudian tanpa adanya lagi isu kaitan dengan keracunan,” ucapnya dalam agenda APPMBGI National Summit 2026: Dari Pangan Bergizi Menuju Kecerdasan Bangsa, dikutip di Jakarta, Minggu.

Program MBG merupakan inisiatif pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA: Ada yang ‘Nakal’, Harga MinyaKita Jadi Korban

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bapanas disebut berperan sebagai penyedia utama kebutuhan bahan pokok untuk MBG, mulai beras, jagung, kedelai, telur ayam, daging ayam, daging sapi, daging kerbau, aneka cabai, aneka bawang, gula konsumsi, garam konsumsi, dan lain sebagainya.

Ini artinya, 11 komoditas bahan pokok penting berada dalam kondisi surplus, yang memberikan fondasi kuat bagi ketahanan pasokan.

BACA JUGA: Hashim Ingin Pengawalan Program MBG Diperketat

Lebih lanjut, salah satu fokus utama dalam implementasi MBG adalah pemanfaatan potensi pangan lokal dan pemangkasan rantai pasok. Melalui koordinasi dengan SPPG, pemerintah berupaya memperpendek jalur distribusi yang selama ini relatif panjang dan tidak efisien.

Dengan menghubungkan petani secara langsung kepada mitra penyedia makanan, harga bahan baku dapat ditekan menjadi lebih kompetitif, selagi tetap menjaga kesegaran dari bahan baku tersebut.

Transformasi ini disebut turut menggerakkan ekonomi perdesaan melalui pemberdayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai agregator dan penghubung antara produsen lokal dengan dapur-dapur program MBG.

Sarwo Edhy turut menekankan bahwa aspek keamanan dan mutu pangan menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Pihaknya telah menyiapkan infrastruktur pengawasan berupa laboratorium mobil yang siap berkeliling melakukan pengujian bahan baku di setiap SPPG guna mencegah risiko keracunan makanan.

Selain itu, pemerintah juga melakukan edukasi tentang sanitasi, higiene, hingga manajemen sisa pangan (food waste). Sisa makanan yang dihasilkan bakal diarahkan untuk dikelola kembali menjadi pakan ternak atau pupuk organik, sehingga program ini juga berjalan dengan prinsip ramah lingkungan.

“Keberhasilan program MBG ini tentunya sangat dipengaruhi oleh kontribusi kita semua, karena kita tahu bahwa tanpa kolaborasi yang kuat, tujuan program MBG tentu akan sulit dicapai,” ungkap dia.(antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Logis 08 Apresiasi Arah Baru Prabowo Subianto Evaluasi MBG, Kini Lebih Tepat Sasaran


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 Motor Dilaporkan Hilang Ke Suara Surabaya Seharian Ini, Dicuri di Kafe hingga Kosan
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kasur Berkualitas Bikin Tidur Nyenyak, Beli di Transmart Cuma Segini!
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penuhi Syarat Kesehatan, 949 Calon Haji Batang Siap Berangkat ke Tanah Suci
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ganjar Dorong Politik Uang Dihukum Berat, Bisa Diskualifikasi hingga Sanksi Pidana
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Salsabila Lega Dapat Kepastian Status, Difasilitasi Isbat Nikah Massal karena Selama Ini Menikah Siri
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.