Bukan Sekadar Capek, Energi Otak Bisa Picu Stroke Lho Beauty!

herstory.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Beauty, stroke kini tak lagi identik dengan usia lanjut. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan stroke masih menjadi penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Bahkan, tren terbaru menunjukkan serangan stroke mulai bergeser ke usia produktif di bawah 40 tahun, dipicu salah satunya oleh gangguan metabolisme dan energi pada sel otak.

Dalam kondisi normal, sel otak membutuhkan pasokan oksigen dan energi yang stabil untuk menjalankan fungsinya. Namun saat stroke terjadi, suplai oksigen terganggu dan memicu krisis metabolik seluler. 

Di fase ini, sel-sel otak berada dalam kondisi sangat rentan. Gangguan produksi energi dapat mempercepat kematian sel dan berdampak pada kondisi jangka panjang pasien.

Kondisi ini membuat penanganan stroke tidak hanya berfokus pada penyelamatan nyawa di fase akut, tetapi juga bagaimana meminimalkan kerusakan lanjutan. Pendekatan berbasis dukungan metabolik menjadi semakin penting karena berperan dalam menjaga stabilitas sel otak sejak awal serangan.

Menjawab tantangan tersebut, PT Pyridam Farma Tbk menghadirkan Cytoflavin sebagai terapi neuroprotektor yang dirancang untuk mendukung metabolisme dan respirasi seluler. Dalam kondisi iskemik, gangguan fungsi mitokondria dan penurunan produksi energi menjadi faktor utama dalam kerusakan jaringan otak. Melalui mekanisme yang membantu efisiensi pemanfaatan oksigen dan pembentukan energi, terapi ini digunakan untuk menjaga viabilitas sel otak selama fase kritis hingga pemulihan awal.

Pendekatan ini dinilai relevan mengingat tingginya angka disabilitas pasca-stroke yang berdampak langsung pada kualitas hidup pasien serta beban pembiayaan kesehatan. Intervensi di fase akut dan subakut menjadi penentu penting dalam prognosis jangka panjang.

Sepanjang 2025, PYFA juga aktif terlibat dalam lebih dari 30 forum dan seminar neurologi di berbagai kota besar di Indonesia sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan kepada tenaga medis. Saat ini, terapi tersebut telah digunakan di lebih dari 304 rumah sakit, termasuk pusat layanan stroke dan rumah sakit rujukan.

Pengakuan juga datang dari kalangan medis. Dr. dr. Mohammad Kurniawan, Sp.N(K), MSc dari RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang menghadiri kegiatan medis di Rusia, menyampaikan, “Melihat langsung proses pembuatan dan teknologi mutakhir Cytoflavin di Rusia membuat saya kagum. Standar yang mereka terapkan sangat baik dalam memastikan efisiensi produksi dan efikasi produk farmakologi. Inovasi farmasi dengan presisi seperti inilah yang dibutuhkan untuk memberikan dukungan terbaik bagi pasien yang memerlukan tatalaksana intensif seperti stroke di fase akut.”

Direktur PYFA, Antes Eko Prasetyo, menegaskan bahwa pergeseran tren stroke ke usia muda menjadi perhatian serius. 

“Pyfa berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan rumah sakit saat ini. Melalui distribusi Cytoflavin, kami ingin memastikan para tenaga kesehatan di Indonesia memiliki akses terhadap opsi terapi yang tepat untuk mendukung proses pemulihan pasien stroke secara optimal,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan otak, termasuk memastikan energi sel tetap optimal, kini menjadi bagian penting dari gaya hidup sehari-hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Sosial Targetkan 100 Gedung Permanen Sekolah Rakyat Rampung Juli 2026
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Kurang Mengunyah Makanan dengan Baik: Bagaimana Dampaknya bagi Sistem Pencernaan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Mendadak Batalkan Misi ke Pakistan, Negosiasi Iran-AS Buntu di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
387 Jemaah Tiba di Asrama Haji Makassar, Jemaah Asal Banjarbaru akan Diberangkatkan ke Tanah Suci
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
3 Film Indonesia Terbaru Melempem, 3 Hari Tayang Belum Ada yang Tembus 100 Ribu Penonton
• 1 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.