Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan tegas menyatakan bahwa Teheran tidak akan pernah mau terlibat dalam perundingan apa pun dengan Amerika Serikat jika masih berada di bawah tekanan, ancaman, maupun blokade.
Pezeshkian menekankan bahwa upaya untuk membangun kembali kepercayaan antara Iran dan AS mutlak membutuhkan penghentian tindakan permusuhan secara nyata.
Selain itu, ia juga menuntut adanya jaminan pasti agar tindakan-tindakan permusuhan tersebut tidak terulang kembali di masa depan, sebagaimana diungkapkan dalam pernyataan resmi dari kantor Kepresidenan Iran, dikutip dari Anadolu, Minggu, 26 April 2026.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Pezeshkian saat melangsungkan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Dalam komunikasi tersebut, Pezeshkian menyebutkan bahwa mencapai kesepahaman bersama dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk dialog yang efektif adalah hal yang sangat krusial untuk mencapai kemajuan.
Ia secara terang-terangan mengatakan bahwa negosiasi yang pernah dilakukan sebelumnya dengan Amerika Serikat justru hanya memperdalam rasa ketidakpercayaan publik terhadap Iran.
Lebih lanjut, Presiden Iran itu menilai bahwa membicarakan dialog perdamaian namun tetap diiringi dengan sanksi, tekanan, dan blokade pada akhirnya hanya akan merusak kepercayaan antara kedua belah pihak. Syarat Iran Menurut Pezeshkian, menghentikan seluruh kebijakan yang bermusuhan dan memastikan kebijakan semacam itu tidak akan terulang lagi merupakan syarat penting untuk menyelesaikan perselisihan. Ia juga memperingatkan bahwa peningkatan kehadiran militer di kawasan justru semakin memperumit situasi dan pada gilirannya melemahkan suasana yang sangat dibutuhkan untuk sebuah dialog.
Rangkaian pernyataan dari Pezeshkian ini mengemuka tepat ketika pemerintah Pakistan terus berupaya keras untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai yang terhenti antara Iran dan Amerika Serikat, menyusul terjadinya eskalasi regional selama beberapa minggu terakhir.
Sebagai informasi, putaran pertama pembicaraan damai antara kedua negara telah diadakan di Islamabad pada dua minggu lalu, namun gagal menghasilkan kesepakatan apa pun untuk mengakhiri peperangan.
Perang yang berkecamuk sejak 28 Februari tersebut kini telah menyebar luas ke seluruh penjuru Timur Tengah. Adapun pembicaraan yang dimediasi Pakistan itu dilakukan menyusul adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu pada tanggal 8 April lalu, yang kemudian secara sepihak diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.
Baca juga: Menlu Iran Kunjungi Oman usai Gagal Bernegosiasi dengan AS di Pakistan




