EtIndonesia. Serikat pekerja raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, menyatakan bahwa saat anggota serikat ikut serta dalam aksi protes menuntut kenaikan gaji, produksi chip foundry (pengecoran wafer) dan memori di pabrik Samsung di Korea pada shift (23 April) malam masing-masing turun sebesar 58% dan 18%. Serikat juga berencana menggelar mogok kerja dari 21 Mei hingga 7 Juni, dan konflik ini dikhawatirkan akan memberikan tekanan besar bagi Samsung.
Puluhan ribu anggota serikat Samsung Electronics menggelar aksi pada 23 April, menuntut kenaikan gaji dan bonus. Banyak karyawan menuju kompleks pabrik di Pyeongtaek, selatan Seoul, untuk berpartisipasi dalam protes tersebut, dan kemudian tidak hadir dalam shift malam dari pukul 22.00 hingga 06.00 pagi.
Serikat pekerja memperkirakan akan mengadakan mogok kerja pada 21 Mei hingga 7 Juni. Konflik tenaga kerja ini berpotensi memberi tekanan berat bagi Samsung. Anggota serikat menyatakan bahwa jika mogok kerja berlangsung sesuai rencana, raksasa teknologi ini dapat kehilangan hingga 20,3 miliar dolar AS dalam keuntungan hanya tahun ini.
Serikat Samsung juga menyebutkan bahwa fasilitas produksi Samsung di Korea beroperasi dengan sistem tiga shift selama 24 jam. Menanggapi laporan tersebut, pihak Samsung belum memberikan komentar.
Samsung merupakan salah satu produsen chip terbesar di dunia, dengan produk yang digunakan mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga perangkat elektronik konsumen. (Hui)
Sumber : ntdtv.com





