REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Pemerintah Provinsi Banten bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten dan Perum Damri resmi meluncurkan layanan angkutan bus khusus wisata budaya Badui Rp1 dengan metode pembayaran QRIS tap.
Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Minggu, mengatakan bahwa terobosan ini merupakan respons pemerintah terhadap tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan adat Badui. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat menikmati tarif promo yang sangat terjangkau.
Baca Juga
Dihadiri Puluhan Guru Sejarah, UNJ Undang Pakar Taiwan Paparkan Asal-usul Manusia Indonesia
Dari Aceh untuk Dunia, IKHW Perkenalkan Hutan Wakaf di Forum Internasional Malaysia
Para Penuntut Ilmu Agama dari Mesir Hingga Suriah Turut Perkuat Skuad PPIH Arab Saudi
"Berkat dukungan dari BI Banten dan Perum Damri, kita melaksanakan launching QRIS tap untuk transportasi wisata budaya Badui jurusan Serang-Ciboleger. Selama satu bulan ke depan, masyarakat cukup membayar Rp1 menggunakan QRIS," kata Andra usai peluncuran QRIS tap moda transportasi wisata budaya Badui di Alun-alun Kota Serang, Banten.
Andra menjelaskan, layanan ini merupakan kelanjutan dari program transportasi umum terintegrasi TransBanten yang saat ini telah beroperasi. Pemprov Banten juga berencana mengembangkan layanan serupa untuk daerah wisata lainnya di Banten guna memberikan kenyamanan mobilitas bagi masyarakat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pemanfaatan sistem pembayaran digital ini didukung oleh tingginya penetrasi pengguna QRIS di wilayah tersebut. Andra menyebut, dari total 60 juta pengguna QRIS di seluruh Indonesia, sebanyak 3 juta pengguna di antaranya berasal dari Banten.
Angka ini dinilai cukup besar secara proporsional terhadap jumlah penduduk dan akan terus dioptimalkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala BI Banten, Ameriza M. Moesa, mengapresiasi langkah Pemprov Banten yang terus mendorong digitalisasi sarana transportasi publik, khususnya di jalur pariwisata.