Denpasar: Salah satu calon haji muda asal Bali mengaku kaget saat sekolah dasar (SD) ternyata dirinya didaftarkan haji. Pendaftaran itu dimaksudkan untuk menggantikan ayahnya.
“Saat itu tidak tahu, kan karena masih kecil diajak begitu saja ke kantor mana itu untuk foto, buat foto segala macam diurus ibu, jadi awal-awal tahu ini kaget,” kata calon haji 2026 Dhani Aditya Saputra, dilansir dari Antara, Minggu, 28 April 2026.
Dhani saat ini berusia 17 tahn. Ia merupakan calon haji termuda kedua asal Bali yang saat pelepasan oleh Pemprov Bali dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bali maju sebagai perwakilan karena jemaah termuda berhalangan hadir.
Baca Juga :
Dhani bercerita bahwa dirinya tak tahu saat usia 12 tahun ibunya mendaftarkannya selaku anak laki-laki pertama untuk berangkat haji. Ia menggantikan ayahnya yang belum siap berangkat.
Hingga akhirnya lima tahun kemudian, Kemenhaj Bali mengumumkan namanya dan sang ibu masuk dalam kuota haji Bali yang sebanyak 698 orang. Karena usianya yang masih muda, remaja kelahiran Kabupaten Badung itu mengaku khawatir dengan pengalaman pertama menginjakkan kaki ke Tanah Suci ini.
“Dengar-dengar haji itu tidak sebentar seperti umrah itu dua minggu, kalau haji kan sampai 40 hari, kaget lama juga di sana, nanti bagaimana dengan kondisi tubuh, lalu cuaca di sana seperti apa kan saya tidak tahu, saya belum pernah umrah tapi langsung haji makanya kaget sedangkan orang-orang yang sudah umrah mungkin sudah tahu, waduh gimana nanti,” ujarnya.
Ilustrasi haji. (Pexels)
Meski demikian, Dhani memastikan siap dengan sejumlah persiapan mental, fisik, dan pengetahuan. “Untuk fisik juga harus dijaga benar-benar, pola makan, kesehatan, kehidupan sehari-hari, olahraga itu penting nanti untuk selama di sana, makanya sudah dipersiapkan dari beberapa bulan lalu,” ucapnya.
Ia menyampaikan keteguhan tekad untuk ibadah di Makkah ini juga demi sang ibu. Meskipun ayahnya tidak dapat bergabung, ia akan menjaga ibunya sepanjang perjalanan haji.
Selain itu, Dhani dikenal sebagai anak yang dekat dengan ibunya. Sehari-hari, selain bersekolah, ia juga aktif membantu orang tuanya bekerja.
“Untuk mama, sehat-sehat di sana, kita akan beribadah bersama, jaga kondisi fisik, panjang umur pokoknya buat mama,” ungkap dia dengan berkaca-kaca.
Selama beribadah nanti, siswa kelas 3 SMA ini mengaku tak ada persoalan terkait pendidikannya. Sang ibu merupakan guru di SMA Muhammadiyah 1 Denpasar tempatnya bersekolah sehingga sudah memproses izinnya.
Dhani juga mendapat dukungan luas, baik dari teman-teman sekolah maupun orang tua siswa lainnya. Mereka semua berharap suatu saat bisa menunaikan ibadah haji seperti Dhani.




