Jakarta, VIVA - Menguasai teknik dasar mengemudi menjadi kunci utama bagi calon pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) A. Tak sedikit peserta yang gagal bukan karena tidak memahami teori, melainkan kurang siap saat menghadapi ujian praktik di lapangan. Padahal, tahapan ini dirancang untuk memastikan pengemudi benar-benar mampu mengendalikan mobil dengan aman dan sesuai aturan.
Seperti dilansir VIVA Otomotif, Minggu 26 April 2026 dari laman Daihatsu, dalam proses pembuatan SIM A, ujian praktik menjadi fase krusial yang menguji kemampuan nyata berkendara. Banyak calon pengemudi bahkan memilih mengikuti kursus mengemudi demi meningkatkan kesiapan. Hal ini wajar, mengingat ada sejumlah materi uji yang membutuhkan koordinasi, ketelitian, serta kebiasaan berkendara yang baik.
Secara umum, ujian praktik SIM A terbagi dalam dua kategori, yakni untuk perseorangan dan kendaraan umum. Pada ujian perseorangan, peserta biasanya menggunakan mobil transmisi manual dan dituntut menjaga performa berkendara, termasuk memastikan mesin tidak mati berulang kali selama tes berlangsung.
Materi pertama yang diujikan adalah kemampuan menyetir lurus, baik maju maupun mundur. Meski terlihat sederhana, pengemudi tetap harus mampu menjaga kestabilan arah dan kecepatan. Kesalahan kecil seperti kehilangan kontrol setir bisa berujung kegagalan.
Selanjutnya, peserta akan menghadapi jalur zig-zag. Di sini kemampuan manuver diuji secara maksimal. Pengemudi harus bisa mengatur putaran setir dengan presisi agar kendaraan tetap berada dalam jalur tanpa menyentuh batas yang telah ditentukan.
Tahapan berikutnya adalah parkir seri, termasuk dalam posisi mundur. Pada sesi ini, kontrol pedal kopling, rem, dan gas harus selaras agar mobil tidak tersentak atau bahkan mati mesin. Selain itu, ada juga uji parkir paralel yang dikenal cukup menantang karena membutuhkan perhitungan jarak dan sudut kemudi yang tepat.
Tidak kalah penting, peserta juga akan diuji saat berhenti di tanjakan. Teknik ini sering menjadi momok karena membutuhkan koordinasi antara kopling dan rem agar mobil tidak mundur. Latihan rutin menjadi kunci untuk menguasai bagian ini.
Sementara itu, bagi calon pengemudi kendaraan umum, terdapat tambahan ujian berbasis simulator. Meski tidak dilakukan di kendaraan langsung, tingkat kesulitannya tetap tinggi karena mensimulasikan kondisi jalan raya yang realistis.





