Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur memfasilitasi kebutuhan transportasi dan konsumsi sebanyak 268 calon haji daerah itu selama proses keberangkatan dari kabupaten hingga pemulangan kembali ke tempat asal.
"Layanan transportasi dan konsumsi ini sebagai bentuk penghormatan Pemkab Kukar kepada para tamu Allah. Kami tidak ingin ada kendala teknis yang mengganggu kekhusyukan jamaah di Tanah Suci," ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Ahad.
Sebanyak 268 orang haji tersebut berasal dari 20 kecamatan di Kukar. Keberangkatan mereka terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 6 yang akan berangkat pada 4 Mei dan Kloter 15 pada 17 Mei 2026.
Mereka akan didampingi oleh enam orang petugas andal karena telah terlatih dan berpengalaman, terdiri atas ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan petugas haji daerah.
Saat melepas keberangkatan ke-268 calon haji di Masjid Agung Sultan Adji Muhammad Sulaiman Tenggarong pada Kamis (23/4), bupati berpesan kepada petugas haji untuk melayani jamaah seolah melayani orang tua sendiri dengan menonjolkan keikhlasan.
Baca juga: PPIH siapkan 6.000 bus yang aman dan nyaman untuk layani jamaah haji
Ia juga menitipkan pesan kepada jamaah agar di tempat-tempat yang paling mustajab selama ibadah baik saat di depan Kabah, di bawah naungan langit Arafah, dan di Makam Rasulullah SAW diharapkan berdoa untuk kebaikan Kabupaten Kukar.
"Mohon doakan agar Kabupaten Kukar selalu dijaga oleh Allah, dijadikan kabupaten yang lebih baik, rakyatnya makin sejahtera, dan dijauhkan dari segala musibah. Doa dari lisan orang yang sedang berhaji adalah doa yang menembus langit tanpa penghalang," kata Aulia.
Ia melanjutkan, satu hal yang harus diresapi dengan sungguh-sungguh adalah bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik melintasi benua atau sekadar wisata religi biasa.
"Sejatinya haji adalah sebuah jawaban agung atas panggilan Allah, sebuah perjalanan spiritual yang mempertemukan kerinduan terdalam seorang hamba dengan undangan langsung dari Sang Khalik," tutur dia.
Ia juga menyatakan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini terasa istimewa karena dijalankan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
"Perubahan regulasi ini untuk memastikan bahwa pelaksanaan ibadah benar-benar terlindungi, terlayani, dan terbina dengan kualitas yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, saya ingin jamaah fokus hanya pada satu hal, yakni ibadah sekhusyuk-khusyuknya," kata bupati lagi.
Baca juga: 439 calon haji Pekanbaru ke Tanah Suci dari Bandara Batam Minggu pagi
Baca juga: Arab Saudi jamin kelancaran dan keamanan jamaah haji Indonesia
"Layanan transportasi dan konsumsi ini sebagai bentuk penghormatan Pemkab Kukar kepada para tamu Allah. Kami tidak ingin ada kendala teknis yang mengganggu kekhusyukan jamaah di Tanah Suci," ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Ahad.
Sebanyak 268 orang haji tersebut berasal dari 20 kecamatan di Kukar. Keberangkatan mereka terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 6 yang akan berangkat pada 4 Mei dan Kloter 15 pada 17 Mei 2026.
Mereka akan didampingi oleh enam orang petugas andal karena telah terlatih dan berpengalaman, terdiri atas ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dan petugas haji daerah.
Saat melepas keberangkatan ke-268 calon haji di Masjid Agung Sultan Adji Muhammad Sulaiman Tenggarong pada Kamis (23/4), bupati berpesan kepada petugas haji untuk melayani jamaah seolah melayani orang tua sendiri dengan menonjolkan keikhlasan.
Baca juga: PPIH siapkan 6.000 bus yang aman dan nyaman untuk layani jamaah haji
Ia juga menitipkan pesan kepada jamaah agar di tempat-tempat yang paling mustajab selama ibadah baik saat di depan Kabah, di bawah naungan langit Arafah, dan di Makam Rasulullah SAW diharapkan berdoa untuk kebaikan Kabupaten Kukar.
"Mohon doakan agar Kabupaten Kukar selalu dijaga oleh Allah, dijadikan kabupaten yang lebih baik, rakyatnya makin sejahtera, dan dijauhkan dari segala musibah. Doa dari lisan orang yang sedang berhaji adalah doa yang menembus langit tanpa penghalang," kata Aulia.
Ia melanjutkan, satu hal yang harus diresapi dengan sungguh-sungguh adalah bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik melintasi benua atau sekadar wisata religi biasa.
"Sejatinya haji adalah sebuah jawaban agung atas panggilan Allah, sebuah perjalanan spiritual yang mempertemukan kerinduan terdalam seorang hamba dengan undangan langsung dari Sang Khalik," tutur dia.
Ia juga menyatakan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini terasa istimewa karena dijalankan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
"Perubahan regulasi ini untuk memastikan bahwa pelaksanaan ibadah benar-benar terlindungi, terlayani, dan terbina dengan kualitas yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, saya ingin jamaah fokus hanya pada satu hal, yakni ibadah sekhusyuk-khusyuknya," kata bupati lagi.
Baca juga: 439 calon haji Pekanbaru ke Tanah Suci dari Bandara Batam Minggu pagi
Baca juga: Arab Saudi jamin kelancaran dan keamanan jamaah haji Indonesia





