Rupiah Dekati Rp17.300 per Dolar AS, Daya Beli Otomotif Berisiko Kian Tertekan

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian melemah mendekati level Rp17.300 sehingga dikhawatirkan makin berdampak ke daya beli masyarakat, termasuk sektor otomotif.

Berdasarkan data kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) per Jumat (24/4/2026), nilai tukar rupiah sudah tembus Rp17.278 per dolar AS. Pelemahan rupiah tersebut seiring dengan kenaikan harga minyak global Brent melampaui US$100 per barel.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun mengakui bahwa sektor otomotif masih menghadapi tantangan permintaan dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan lemahnya daya beli masyarakat.

"[Pasar] masih tertekan, daya beli masyarakat masih lemah," ujar Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto kepada Bisnis, dikutip Minggu (26/4/2026).

Data Gaikindo mencatat, penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrikan ke dealer tercatat 61.271 unit pada Maret 2026. Capaian tersebut turun 13,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan 71.099 unit pada Maret 2025.

Sementara itu, penjualan ritel atau distribusi dari dealer ke konsumen mencapai 66.637 unit pada periode yang sama, melemah 13,2% dibandingkan realisasi Maret tahun lalu sebanyak 76.765 unit.

Baca Juga

  • Penjualan Mobil Listrik Bekas Laku Keras, Mobil Baru Justru Layu
  • Harga BBM Naik, Penjualan Mobil Listrik Hyundai Melonjak 40% di AS
  • Penjualan Mobil Maret 2026 Anjlok 13,8%, Gaikindo Beberkan Penyebabnya

Di lain sisi, Gaikindo menyambut positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 21–22 April 2026.

Jongkie menuturkan, pelaku industri berharap level suku bunga acuan dapat dipertahankan lebih lama agar penjualan kendaraan bermotor berangsur pulih di tengah kondisi pasar yang masih stagnan pada kuartal I/2026.

"Kami harapkan agar suku bunga acuan bisa bertahan agak lama sehingga suku bunga kredit kendaraan bermotor juga tidak naik," jelasnya. 

Gaikindo pun berharap tidak ada kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat agar tidak mengganggu penjualan mobil dan penyaluran kredit kendaraan bermotor berangsur mengalami pemulihan.

Belum Ada Perubahan APBN

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum perlu menyusun APBN Perubahan (APBN-P) berdasarkan perkembangan terkini sejumlah asumsi ekonomi makro seperti harga minyak dan nilai tukar rupiah. 

Sebagai catatan, APBN 2026 disusun dengan asumsi dasar makro antara lain harga minyak atau Indonesian crude price (ICP) sebesar US$70 per barel dan nilai tukar rupiah Rp16.500 per dolar AS.

Setidaknya, dua asumsi tersebut telah mengalami deviasi akibat dampak konflik AS-Israel dan Iran. Harga minyak sempat menyentuh US$100 per barel, sementara rupiah terdepresiasi mendekati Rp17.300 per dolar AS.

Meski demikian, Purbaya menilai APBN-P belum diperlukan lantaran perubahan tersebut masih berada dalam simulasi penghitungan pemerintah. Salah satu skenario terburuk yang telah dihitung yakni harga minyak rata-rata menyentuh US$100 per barel sepanjang tahun.

"Yang disimulasikan sudah worst case scenario kan. Defisitnya enggak terlalu tinggi. Masih segitu," jelasnya kepada wartawan di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan (BPPK) Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/4/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harus Juara Piala AFF: John Herdman Maksimalkan Kekuatan Pemain Naturalisasi Warisan Shin Tae-yong
• 2 jam laluharianfajar
thumb
3.000 Peserta Padati Runity Petra untuk Rayakan HUT Ke 75 PPPK Petra
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Menkop sebut koperasi kunci ekonomi Pancasila
• 13 menit laluantaranews.com
thumb
Pegawai BPS Buleleng asal Sleman Tewas Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Bali
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Korban Tewas Bom Jelang Pilpres di Kolombia Jadi 14 Orang, 38 Luka-luka
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.