FAJAR, MAKASSAR —Audisi offline ajang pencarian bakat dangdut D’Academy musim ke-8 terus berlanjut di Provinsi Sulawesi Selatan dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Pada Minggu (26/4/2026), audisi digelar di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang sejak pukul 07.00 WITA. Ratusan peserta memadati lokasi sejak pagi hari untuk mengikuti proses seleksi.
Para peserta datang dengan semangat tinggi, membawa harapan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri. Antrean panjang pun terlihat sejak awal kegiatan.
Tak hanya diikuti peserta lokal, audisi di Makassar dan Sidrap juga menarik minat peserta dari berbagai daerah, seperti Palu, Kendari, hingga Mamuju.
Salah satu juri, Selfi Yamma, mengaku kagum dengan kualitas peserta, khususnya dari Makassar dan sekitarnya. Ia menilai banyak talenta muda yang memiliki potensi besar di dunia dangdut.
“Banyak talenta di Makassar yang berbakat di tarik suara dangdut. Antusias mereka untuk ada di DA8 sangat bagus. Saat ini kami masih melakukan seleksi, harapan kami mereka tetap semangat,” ujar Selfi.
Selfi juga membagikan tips bagi generasi muda yang ingin mengasah kemampuan bernyanyi, yakni konsistensi dalam berlatih dan rajin mendengarkan lagu.
“Harus rajin mendengar lagu, rajin menghafal lagu. Kalau mau cepat hafal, bisa ditulis atau lihat lirik di gadget sambil dengar audionya,” jelasnya.
Ia menambahkan, peserta yang berhasil lolos ke D’Academy 8 merupakan sosok yang beruntung karena ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran.
“Beruntung bagi kalian yang masuk DA8, karena ini bukan hanya ajang kompetisi menyanyi, tapi juga tempat belajar,” tambahnya.
Selfi pun berpesan agar seluruh peserta tidak minder dan tetap percaya diri saat tampil di hadapan juri.
Sementara itu, Andi Syaqirah yang hadir sebagai bintang tamu mengaku terharu melihat semangat para peserta yang rela datang dari jauh dan antre sejak pagi.
“Aku senang bisa pulang ke sini dan terharu melihat banyak peserta datang jauh-jauh, rela antre panas-panasan. Semoga mereka tetap fokus menampilkan suara terbaiknya,” ujarnya.
Audisi offline D’Academy 8 dijadwalkan berlangsung hingga 10 Mei 2026 di sejumlah kota, di antaranya Balikpapan, Cirebon, Surabaya, dan Jakarta. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa proses audisi ini tidak dipungut biaya.
Peserta berusia 14 hingga 23 tahun yang memiliki kemampuan bernyanyi dangdut atau melayu masih berkesempatan mengikuti seleksi, baik secara offline maupun online melalui platform resmi.
Dengan tingginya antusiasme di berbagai daerah, D’Academy 8 diharapkan kembali melahirkan bintang dangdut muda berbakat dari seluruh penjuru Indonesia. (wis)





