Ketahanan Pangan Jadi Kunci Cegah Masalah Gizi, Ini Alasannya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Banten, VIVA – Ketahanan pangan tak hanya berkaitan dengan ketersediaan beras di meja makan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas gizi masyarakat. Karena itu, upaya meningkatkan produksi pangan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan keluarga dan mencegah masalah gizi di masa depan.

Hal tersebut menjadi sorotan dalam program penanaman bibit padi unggul varietas PS 08 di lahan seluas 1.500 hektare di wilayah Carita. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat 24 April 2026 itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari petani lokal, komunitas masyarakat, hingga lembaga terkait sektor pertanian dan gizi. Scroll untuk informasi selengkapnya, yuk!

Baca Juga :
Kepala BGN: 60% Anak di Indonesia Tak Punya Akses Makan dengan Gizi Seimbang
Kurang Gizi dan Anemia Bisa Bikin Anak Sulit Fokus, Ini Kaitannya dengan Working Memory

Program tersebut digagas Yayasan Bhakti Bela Negara bersama Brigade Pangan, Dinas Pertanian Provinsi Banten, serta BRMP Banten. Para petani setempat menjadi pelaku utama dalam proses penanaman yang diharapkan memberi dampak jangka panjang.

Dalam perspektif kesehatan, ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan merupakan fondasi penting untuk menciptakan pola makan sehat. Saat pasokan pangan stabil, masyarakat memiliki peluang lebih besar mendapatkan bahan makanan bergizi dengan harga yang lebih terjangkau.

Ketua Umum Forum Jupnas Gizi, Rival Achmad Labbaika, menyebut gerakan pertanian seperti ini perlu terus diperluas karena berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan dan ketahanan gizi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketika produksi pangan meningkat, maka akses masyarakat terhadap pangan bergizi juga semakin baik,” ujar Rival dalam keterangannya, dikutip Minggu 26 April 2026. 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa isu pangan bukan hanya urusan pertanian, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan publik. Ketika bahan pokok mudah diakses, keluarga dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara seimbang.

Varietas padi PS 08 yang ditanam di kawasan Carita ditargetkan memasuki masa panen raya pada Agustus 2026. Hasil panen diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan daerah sekaligus mendorong perekonomian petani lokal.

Bagi masyarakat, ketahanan pangan yang kuat dapat berdampak luas, mulai dari menurunnya risiko kekurangan gizi, meningkatnya kualitas konsumsi rumah tangga, hingga terbentuknya generasi yang lebih sehat dan produktif.

Baca Juga :
Bantuan Korban Bencana Harus Sesuai Kebutuhan Nutrisi, Ini Alasannya
BPOM Setujui Pelabelan Nutri Level di Kemasan Pangan Olahan, Ini 4 Kategorinya
Program MBG Ciptakan Dampak Ekonomi dan Perkuat Gizi Kelompok 3B

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Militer AS Bahas Sanksi untuk Sekutu Eropa, Spanyol Terancam Dikeluarkan dari NATO
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
Fast Track Haji 2026 Permudah Jemaah, Tak Perlu Antre Imigrasi di Arab Saudi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bapanas Klaim Indonesia Capai Swasembada Pangan, Impor Hanya 5 Persen dari Kebutuhan
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
AS Cegat Kapal yang Masuk Daftar Sanksi, Paksa Berbalik Arah ke Iran
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPNT April 2026 Mulai Cair, Simak Langkah Pengecekan secara Online!
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.