VIVA – Kabar kurang menyenangkan datang dari Liverpool di tengah kemenangan meyakinkan 3-1 atas Crystal Palace. Sorotan justru tertuju pada kondisi Mohamed Salah yang mengalami cedera dan terancam memainkan laga terakhirnya bersama The Reds.
Dalam laga di Anfield tersebut, Liverpool tampil dominan lewat gol-gol Alexander Isak, Andrew Robertson, dan Florian Wirtz. Sementara tim tamu hanya mampu membalas lewat Daniel Muñoz.
Namun kemenangan itu terasa kurang lengkap setelah Salah harus ditarik keluar pada menit ke-60 akibat cedera di kaki kiri. Momen emosional pun terjadi saat sang bintang berjalan keluar lapangan sambil memberikan tepuk tangan kepada fans—yang langsung dibalas dengan standing ovation.
Pelatih Arne Slot tak menampik kekhawatiran besar terkait kondisi pemain andalannya tersebut.
“Masih terlalu dini untuk memastikan, tapi kita semua tahu Mo dan betapa sulitnya dia meninggalkan lapangan. Jika dia sampai keluar, itu berarti ada sesuatu,” ujar Slot.
Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan terburuk: laga tersebut bisa jadi menjadi penampilan terakhir Salah bersama Liverpool.
“Jawaban jujur saya, ya, itu bisa saja jadi laga terakhirnya, melihat cara dia keluar. Tapi kami berharap dia masih bisa bermain lagi,” tambahnya.
Dengan kontrak yang akan berakhir musim panas ini, situasi tersebut membuat masa depan Salah di Anfield semakin penuh tanda tanya.
Jika benar itu menjadi penampilan terakhirnya, maka Salah akan pergi sebagai legenda. Ia telah mencetak 257 gol dari 440 penampilan—menempatkannya di posisi ketiga top skor sepanjang masa klub, hanya di bawah Ian Rush dan Roger Hunt.





