Geger Orang Terkaya di Jawa Punya 320 Pembantu, Ini Sosoknya

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Warga apartemen di Kawasan Pluit menggunakan air galon untuk mandi, Rabu (12/6/2019) (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Memiliki rumah super besar tentu saja tak bisa diurus seorang diri. Pemilik rumah mau tidak mau memanggil orang lain dalam hal ini adalah Pekerja Rumah Tangga (PRT), seperti dilakukan orang terkaya di Jawa era 1800-an, yakni Augustijn Michiels.

Skalanya bukan lagi puluhan, tapi ratusan orang. Michiels tercatat memiliki 320 pembantu yang pada masa itu disebut budak atau babu. Sejarawan Djoko Soekiman dalam Kebudayaan Indis dan Gaya Hidup Masyarakat Pendukungnya di Jawa (2000) mengungkap, rumah tangga Agustijn Michiels alias Mayor Jantje memerlukan 320 budak. 

Baca: Puan Ketok UU PRT di DPR, RT/RW Dikasih Tugas Khusus Ini

Ratusan orang itu dibagi dalam tugas-tugas rinci. Ada yang mengurus pekerjaan domestik seperti menyapu, mencuci, dan memasak. Ada juga yang bekerja di luar rumah, mengelola kebun dan lahan. Bahkan pembagiannya spesifik.


Ada 80 orang memotong rumput, 9 orang memetik sayuran, dan 5 orang merawat taman. Sebagian lainnya ditugaskan untuk hiburan, menari dan memainkan gamelan. Bahkan, untuk mengurus 362 ekor kuda, Michiels juga memperkerjakan puluhan PRT. 

Kekayaan dan lahan Michiels sendiri tersebar di beberapa wilayah. Mulai dari Cileungsi, Klapanunggal, Nambo, Cipanas, Ciputri, Cibarusah, hingga Naggewer yang kini masuk wilayah Bogor dan Bekasi.

Skalanya bahkan disebut setara satu provinsi di Eropa. Menurut F. de Haan dalam De Laatste der Mardijkers (1917), perkirakan luas tanah milik Michiels setara dengan luas Provinsi Utrecht, Belanda, yang mencapai 1.449 km2 atau 144 ribu hektare. Besarnya kekayaannya berasal dari warisan sang ayah, yakni Jonathan. Pada 1776 Jonathan membeli tanah di Cileungsi. Tanah tersebut kemudian diketahui menjadi habitat burung walet, yang sarangnya bernilai tinggi dan kelak menjadi sumber kekayaan utama keluarga.

Baca: Puan Sudah Ketok Palu! PRT Wajib Dapat BPJS, Majikan yang Bayar?

Saat Jonathan wafat, kekayaan diwariskan kepada anak-anaknya, salah satunya Michiels. Dari situlah Michiels melangkah lebih jauh. Dia yang awalnya berprofesi tentara kemudian berhenti untuk mengurusi aset-asetnya.

Dia lalu memutar uang dari asetnya lewat bisnis dan investasi. Kelak, kemampuan Michiels dalam mengelola aset menjadi kunci. Dengan memperluas kepemilikan lahan sekaligus menjaga produktivitasnya, terutama dari komoditas bernilai tinggi seperti sarang burung walet, membuat posisinya sulit ditandingi pada zamannya. Tak heran hartanya terus membengkak dan menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di Jawa pada masanya. 


(mfa/wur) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta-Fakta Penembakan di Acara Gedung Putih, Trump Sebut Pelaku Orang yang Sakit Hati
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Komisi Reformasi Polri Sudah Siap Lapor ke Presiden, Mahfud MD: Tinggal Tunggu Jadwal Pertemuan
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Jakarta : Peringatan 27 Tahun Peristiwa Permohonan Damai 25 April di Beijing, Warga Berikan Dukungan 
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Komisi I DPR Minta PBB Evaluasi Menyeluruh Perlindungan Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Jepang Nilai Industri Otomotif Indonesia Prospektif untuk Investasi Jangka Panjang
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.