"Indonesia adalah negara ketiga yang menjanjikan untuk investasi jangka panjang, maksud saya satu dekade ke depan," kata Myochin dikutip dari Antara.
Menurutnya, banyak perusahaan Jepang memandang Indonesia sebagai pasar strategis dengan potensi pertumbuhan yang kuat dalam jangka panjang. Industri otomotif menjadi salah satu sektor utama yang dinilai paling menjanjikan.
Selain otomotif, sektor lain yang juga menarik bagi investor Jepang antara lain produk karet dan plastik, real estate, manufaktur, serta industri makanan.
Baca Juga: Modal Ponsel, Yamaha Kini Gunakan Kupon Servis Gratis E-KSG
"Oleh karena itu, kami memperkirakan berbagai macam investasi akan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia," katanya.
Pernyataan ini disampaikan menyusul pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Tokyo, Jepang, pada bulan lalu. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen investasi signifikan dari pihak Jepang.
Selain agenda bilateral, Presiden Prabowo juga menghadiri seminar bisnis di Tokyo yang diikuti oleh pelaku usaha dari Indonesia dan Jepang. Dalam forum tersebut, sejumlah nota kesepahaman (MoU) berbasis business-to-business (B2B) berhasil ditandatangani.
Total nilai investasi yang disepakati mencapai sekitar 23 miliar dolar AS atau setara Rp397,6 triliun. Nilai ini mencerminkan besarnya minat perusahaan Jepang untuk memperluas investasi di Indonesia.
"Jadi, sejumlah besar uang proyek telah dikucurkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang untuk diinvestasikan di Indonesia," demikian kata Myochin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





