Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD tahun 2026 menghadirkan suasana yang lebih positif dan menyenangkan di berbagai daerah. Sejak dimulai pada 20 April, murid mengikuti asesmen dengan lebih tenang, didukung lingkungan sekolah yang kondusif serta dorongan dari orang tua.
Salah satu murid kelas VI di SDN 4 Komet, Olivia, mengaku merasa lebih percaya diri saat mengerjakan soal. Dukungan dari keluarga membuatnya mampu menghadapi ujian tanpa rasa takut.
“Aku jadi tidak takut, tadi bisa mengerjakan dengan tenang. Nanti mau cerita ke mama,”ujar Olivia dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 April 2026.
Pengalaman tersebut mencerminkan pendekatan pelaksanaan TKA yang kini lebih ramah terhadap murid. Di sejumlah daerah, ujian tidak lagi identik dengan tekanan, melainkan menjadi bagian dari proses belajar yang dijalani dengan santai namun tetap fokus.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, menyampaikan apresiasi terhadap sikap jujur para murid selama pelaksanaan TKA.
“Yang paling membanggakan adalah integritas murid. Mereka mengerjakan dengan jujur, dan itu lebih berharga dari sekadar nilai,”kata Abdul.
Di Kepulauan Bangka Belitung, pengalaman serupa dirasakan Hafiz, murid SDN 30 Tanjungpandan. Ia mengaku sempat gugup sebelum ujian, namun rasa cemas itu hilang setelah memahami soal yang diberikan.
“Awalnya gugup, tapi setelah melihat soal ternyata bisa dipahami, jadi lebih tenang mengerjakannya,”ungkap Hafiz.
Hal senada juga disampaikan murid dari SD Muhammadiyah Pangkalpinang dan SDN 2 Dendang. Mereka menilai soal berbentuk naratif tetap mudah dipahami meski cukup panjang.
Di Jawa Tengah, murid SD Negeri Sarirejo menunjukkan kesiapan yang baik. Persiapan belajar yang matang membantu mereka mengerjakan soal dengan lancar.
Sementara itu di Sulawesi Barat, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Haksan Darwangsa, menilai pelaksanaan TKA tahun ini berlangsung lebih fleksibel dan tidak kaku.
“Kami melihat anak-anak mengikuti TKA dengan tenang, jujur, dan penuh semangat. Suasananya tidak tegang, justru membangun kepercayaan diri,”kata Haksan.
Dengan dukungan lingkungan sekolah dan keluarga, pelaksanaan TKA 2026 dinilai mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Antusiasme murid di berbagai daerah menjadi indikator bahwa mereka semakin siap menunjukkan kemampuan secara percaya diri.
Editor: Redaktur TVRINews




