Viral Spanduk Shut Up KDM di GBLA, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta sampai Singgung Bonus Persib

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDSpanduk bertuliskan Shut Up KDM di GBLA kini tengah viral. Dedi Mulyadi lalu ungkap fakta sampai singgung soal bonus Persib.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons kemunculan spanduk bernada kritik dari sebagian bobotoh dengan cara yang tak terduga. Alih-alih tersinggung, ia justru menyampaikan rasa terima kasih atas pesan yang diarahkan kepadanya.

Tengah viral spanduk shut up KDM di GBLA. Dedi Mulyadi lalu ungkap fakta sampai singgung soal bonus Persib.

Spanduk dengan tulisan “Shut Up KDM” atau yang berarti “Diam, KDM” terlihat terpasang di tribun penonton saat laga Persib Bandung melawan Arema FC pada pekan ke-29 BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (24/4).

Tanggapan Dedi Mulyadi terkait hal itu disampaikan melalui akun TikTok pribadinya pada Minggu (26/4/2026). Ia menilai kemunculan spanduk tersebut justru memiliki makna positif bagi dirinya.

"Teman-teman bobotoh yang berada di Tribun Utara GBLA, saat pertandingan melawan Arema, saya mengucapkan terima kasih ya atas spanduk yang dibentangkannya, yang intinya adalah melarang saya untuk tidak bicara mengenai Persib," kata Dedi Mulyadi dalam video tersebut.

Ia menilai isi pesan dalam spanduk tersebut menggambarkan niat positif dari para suporter agar klub kesayangan mereka tetap dikelola secara profesional tanpa adanya campur tangan kepentingan lain.

"Dan spanduk tersebut saya yakin didasarkan pada sebuah keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik. Saya ucapkan terima kasih, saya sudah diingatkan," katanya.

Spanduk tersebut muncul setelah sebelumnya Dedi Mulyadi mengungkapkan adanya dukungan dari Maruarar Sirait untuk Persib Bandung. Bantuan itu disebut akan diberikan ketika Persib bertanding melawan Dewa United di Banten International Stadium pada Senin (20/4/2026) malam.

Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut lahir dari kecintaan Maruarar Sirait, yang akrab disapa Bang Ara ini, terhadap Persib yang tengah berjuang meraih gelar juara Liga 1 untuk ketiga kalinya secara beruntun di musim 2025–2026.

"Selanjutnya, saya sampaikan bahwa mengenai apa yang disampaikan di media sosial tentang bonus kepada para pemain Persib Bandung sebesar Rp 1 miliar, yang saya menyebut berasal dari Asep Ara Sirait.

 

Itu biasa saya menyebutnya kepada Bang Ara Sirait dengan kalimat Asep Ara Sirait karena dia sudah lama sekali tinggal di Jawa Barat saat kuliah di Universitas Parahyangan Bandung," kata Dedi menjelaskan mengapa ia memanggil Bang Ara dengan sebutan Asep Ara di video sebelumnya.

Ia memaparkan bahwa rencana bonus tersebut bermula dari pertemuannya bersama Bang Ara dengan jajaran top management Persib Bandung. Dalam diskusi tersebut, dibahas tantangan besar yang dihadapi tim untuk meraih hattrick juara.

"Dan top management tersebut menyampaikan bahwa tantangannya sangat berat. Karena tantangannya berat, maka diperlukan supporting yang sangat tinggi. Itu yang disampaikan oleh Bang Ara. Sehingga secara spontan saat itu Bang Ara menyampaikan bahwa akan membantu memberikan bonus pada setiap pertandingan di kandang lawan," katanya.

Pada saat itu, Persib masih menyisakan tujuh pertandingan hingga akhir musim. Dari jumlah tersebut, lima laga di antaranya merupakan pertandingan tandang yang masing-masing akan mendapat bonus sebesar Rp 1 miliar.

"Dan jumlah uang yang diberikan sebesar Rp 5 miliar untuk 5 pertandingan. Dan pada saat itu saya menanyakan, bolehkah itu? menurut peraturan ketentuan melanggar atau tidak? Top management mengatakan tidak ada pelanggaran," sambung Dedi Mulyadi.

Dedi juga mengungkapkan bahwa Ara Sirait sempat meminta agar informasi tersebut tidak dipublikasikan. Namun, ia memilih untuk menyampaikannya kepada publik dengan alasan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan agar masyarakat mengetahui aliran dukungan yang diberikan.

"Dan saya menanyakan kepada top management-nya, dibolehkan menurut aturan kalau itu di-publish? Dia katakan boleh. Saya tiga kali menanyakan boleh gak kalau itu di-publish. Dia nyatakan boleh," katanya.

Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi mengajak semua pihak untuk tidak lagi memperpanjang polemik terkait bonus tersebut. Ia menekankan pentingnya fokus pada perjuangan tim di lapangan demi mewujudkan target juara.

"Saya ucapkan terima kasih atas saran dan kritiknya. Semangat bertanding habis-habisan, bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Haturnuhun!" tutur Dedi Mulyadi. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta Mengerikan Kasus Daycare di Jogja, 53 Anak Alami Kekerasan dan Perlakuan Tak Manusiawi
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Breaking News: Kolombia Diserang Bom, Belasan Orang Meninggal Dunia!
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sulsel Berjaya di Kejurnas Domino ORADO 2026, Yooky Tjahrial: Bukti Domino Naik Kelas!
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Reaksi Keras Volimania Usai Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026 Leg 1: Satu-satunya di Dunia, Selebrasi Juara Ditunda!
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Penembakan saat Acara Makan Malam Gedung Putih, Pelaku Ditangkap
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.