HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak dengan format berbeda dari sebelumnya.
Untuk pertama kalinya, kegiatan konsolidasi internal partai tersebut dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan pertemuan langsung dan koneksi virtual dari seluruh DPC kabupaten/kota se-Sulsel, Sabtu, 25 April.
Pembukaan Muscab dipusatkan di Sekretariat DPW PPP Sulsel, Jl Sungai Saddang Lama, Makassar, dan dipandu langsung oleh pengurus DPW.
Model hybrid ini disebut sebagai langkah awal transformasi digital partai dalam memperkuat konsolidasi organisasi di daerah.
Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi, menegaskan bahwa penggunaan metode hybrid merupakan bagian dari modernisasi tata kelola partai agar lebih efektif dan efisien dalam menjangkau seluruh struktur kepengurusan di daerah.
“Sebagai partai yang pernah berada di Senayan, PPP masih memiliki kekuatan di tingkat kabupaten/kota. Kekuatan itu harus dijaga dalam kepengurusan yang baru,” ujarnya.
Ilham menekankan bahwa Muscab kali ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan di tingkat DPC, tetapi juga momentum penguatan struktur partai menjelang agenda politik ke depan.
Ia menyebut, PPP harus lolos dua tantangan utama: perolehan suara dan pemenuhan syarat administratif sebagai peserta pemilu.
“PPP ini ujiannya dua kali, bukan hanya soal suara, tetapi juga soal kelengkapan sebagai peserta pemilu. Karena itu struktur di daerah harus siap diverifikasi,” katanya.
Dalam arahannya, DPW PPP Sulsel juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi kepemiluan, termasuk keberadaan kantor, jumlah kader, hingga struktur organisasi yang lengkap di tingkat PAC.
Ilham juga memperkenalkan pendekatan kepemimpinan baru dengan konsep “EARN”, yang dimaknai sebagai prinsip timbal balik antara usaha, kerja keras, dan prestasi kader dalam organisasi.
“Kami ingin ada keseimbangan. Tidak pelit, tapi juga tidak berlebihan. Ada titik tengah yang adil bagi kader yang bekerja,” jelasnya.
Terkait proses pemilihan ketua DPC, Ilham menyebut akan diterapkan mekanisme formatur yang tetap memberikan ruang evaluasi terhadap calon-calon yang muncul, termasuk kemungkinan adanya figur eksternal di sejumlah daerah.
“Di beberapa daerah ada nama-nama dari luar kader internal yang dipertimbangkan, seperti Selayar dan Maros. Ini bagian dari dinamika,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 20 calon ketua DPC di Sulawesi Selatan. Namun, DPW masih membuka ruang seleksi ketat, dengan mempertimbangkan rekam jejak dan hasil pandangan umum formatur sebelum penetapan akhir.
Empat daerah disebut telah memiliki dinamika khusus, yakni Toraja, Toraja Utara, Selayar, dan Maros, yang memungkinkan munculnya figur eksternal dalam bursa kepemimpinan cabang.
Dengan pola baru ini, PPP Sulsel menegaskan arah konsolidasi organisasi yang lebih terukur, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperketat disiplin kaderisasi menjelang agenda politik nasional mendatang. (ams)





