Pemkot indentifikasi daycare terpercaya tampung anak korban kekerasan

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta segera melakukan indentifikasi terhadap daycare atau tempat penitipan anak yang amanah dan terpercaya guna menampung anak yang menjadi korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo.

"Jadi, bagaimana mulai besok pagi hari Senin (27/4) anaknya mau dititip di mana ini saya kira suatu hal yang urgent dan emergency," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai audiensi dengan orang tua korban di Yogyakarta, Minggu sore.





Terlebih, katanya, para orang tua yang menitipkan anak di daycare tersebut, mereka yang pada umumnya bekerja dan tidak memiliki banyak waktu bersama anak ketika jam kerja.

Atas kondisi tersebut, katanya, pemerintah daerah harus hadir.





"Pemerintah harus hadir, dan kami akan segera mengidentifikasi daycare-daycare lainnya yang amanah, yang aman, baik yang sehat, dan Pak Kepala Dinas Pendidikan dan juga kepala dinas yang lainnya bersama KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) segera mengidentifikasi," katanya.





Dengan demikian, kata dia, akan diketahui tempat penitipan anak mana yang akhirnya bisa menampung anak-anak yang stop atau berhenti dari mempercayakan menitipkan anak di daycare yang kemudian digerebek aparat kepolisian tersebut.





"Kami menganggap ini adalah satu langkah yang emergency harus segera dilakukan, supaya mereka bisa menitipkan anaknya di situ," katanya.

Baca juga: DPR: Kenakan hukuman maksimal pelaku kekerasan anak di daycare Yogya





Ia mengatakan pemerintah daerah juga menginstruksikan dinas terkait dan pemangku kepentingan untuk melakukan razia terhadap seluruh tempat daycare di Kota Yogyakarta.





"Hari ini sudah masuk data semua daycare yang ada di Kota Yogyakarta, kemudian kita akan cek satu persatu. Besok (27/4) pagi kita cek satu persatu, sehingga dalam waktu singkat paling lama dua hari kita sudah tahu semua status daycare yang ada di Yogyakarta," katanya.





Menurut dia, hal tersebut menjadi penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan para orang tua, termasuk pemda dalam menghadirkan tempat penitipan anak yang aman, sehat dan mendukung tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.





Ia mengatakan para orang tua juga menginginkan agar kasus kekerasan yang menimpa buah hati selama diasuh di daycare tersebut betul-betul ditangani dan harus mendapatkan keadilan yang seadil adilnya.





"Tentu, kami juga membersamai. Untuk itu kami bersama KPAI membentuk tim, kemudian juga ada konsultan hukum yang nanti menampung, mencatat semua laporan-laporan yang disampaikan orang tua, sebagai bahan masukan pada proses proses hukum selanjutnya," katanya.



Baca juga: Yogyakarta bentuk tim pendampingan psikologis korban kekerasan daycare

Baca juga: KPPPA turunkan tim dampingi penanganan kekerasan anak di daycare DIY






Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tampil Solid Sejak Awal, Pelita Jaya Kembali Kalahkan RANS Simba
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC Pastikan Zona Promosi ke Super League, Perebutan Puncak Klasemen Makin Sengit
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Psikolog Soroti Nasib Korban Daycare Aresha, Dampak Trauma Balita Bisa 3 Kali Lipat Orang Dewasa
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Akhir April Makin Seru dengan Film Red Sonja hingga The President’s Cake
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Sahara Ubah Warung Tradisional jadi Serba Digital
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.