324 Hunian Warga Bantaran Rel Senen Dibangun, Pemprov DKI Siapkan Air hingga Pendidikan

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan kebutuhan air bersih untuk mendukung pembangunan 324 hunian baru bagi warga yang selama ini tinggal di bantaran rel kereta di kawasan Senen, Jakarta Pusat oleh pemerintah pusat.

Untuk kebutuhan air bersih, Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan PAM Jaya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan tiga rumah susun, yakni Rusun Nagrak, Rorotan, dan PIK Pulogadung, sebagai opsi relokasi sementara tambahan bagi warga terdampak.

Baca juga: Warga Pinggir Rel Senen Bakal Pindah ke Huntara, Dapat Kasur hingga Lemari

Pemprov turut menyiapkan dukungan infrastruktur dasar lainnya untuk memastikan hunian yang dibangun benar-benar layak huni dan terintegrasi dengan sistem perkotaan.

“Pemprov DKI siap mendukung penuh penyediaan infrastruktur pendukung di lokasi hunian baru,” ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: 324 Rumah Tapak Warga Bantaran Rel Senen Dikebut, Targetnya 15 Juni

Sementara itu, untuk layanan kesehatan dan pendidikan, Pemprov akan melibatkan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan guna memastikan akses layanan bagi warga tetap terpenuhi.

Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan akan mengintegrasikan akses angkutan umum ke kawasan hunian baru agar mobilitas warga tetap terjamin.

“Kami berkomitmen agar hunian ini benar-benar layak huni dan terintegrasi dengan ekosistem kota,” ujarnya.

Chico menambahkan, penataan kawasan bantaran rel ini sejalan dengan target Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi kawasan kumuh dan permukiman rawan kecelakaan.

Program tersebut mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2025–2029 serta Pergub Nomor 33 Tahun 2024 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman.

Pemprov menargetkan penataan seluruh RW kumuh di Jakarta yang mencapai sekitar 445 RW.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 284 RW telah ditangani hingga 2024. Pada 2025, ditargetkan penataan tambahan 55 RW, yang akan diselesaikan secara bertahap hingga 2027.

“Program penataan bantaran rel dan kawasan rawan akan terus didorong melalui hunian vertikal dan kolaborasi dengan pemerintah pusat,” kata Chico.

Ia menilai, program ini berdampak signifikan, baik dari sisi keselamatan maupun ketertiban kota.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Penataan kawasan bantaran rel diyakini dapat mengurangi risiko kecelakaan kereta, menata kembali lahan negara agar lebih tertib, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erdogan Kecam Penembakan di Acara Makan Malam Gedung Putih, Lega Trump Selamat
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menanti Drama Gila Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol 2026 Sore Ini
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Tekan Dampak Kenaikan Harga, Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Selama 60 Hari
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ortu Korban Sebut Daycare Little Aresha Lebih Kejam dari Kamp Guantanamo
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Didesak Hukum Berat Pelaku Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.