Jawab Tantangan Audit di Era AI, Guru Besar Binus Paparkan Konsep Baru untuk Jaga Akuntabilitas Keuangan

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pesatnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses keuangan dan audit, memunculkan tantangan utama terkait bagaimana menjaga integritas dan kepercayaan di tengah dominasi teknologi.

Isu tersebut jadi materi utama di BINUS University saat pengukuhan Prof. Rindang Widuri, S.Kom., S.Akun., MM., Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap di bidang Teknologi Audit Keuangan, dengan fokus pada transformasi praktik audit di era digital.

Dalam orasi ilmiah bertajuk “Audit 5.0: The Symphony Between Data and Conscience”, Prof Rindang menyoroti bahwa adopsi teknologi analitik dan AI telah mengubah pendekatan audit secara mendasar, dari metode berbasis sampling menjadi analisis data menyeluruh dan real-time.

Ia menegaskan, meski algoritma mampu membaca data dan mendeteksi anomali dengan cepat, peran auditor manusia tetap tidak tergantikan. Teknologi hanya menjadi alat pendukung, sementara keputusan akhir tetap bergantung pada pertimbangan etis dan profesional.

Melalui konsep Audit 5.0, ia memperkenalkan pendekatan yang menekankan kolaborasi antara manusia dan AI sebagai fondasi dalam menjaga akuntabilitas keuangan. 

Dalam model ini, AI memberikan kecepatan dan akurasi analisis, sedangkan manusia memastikan aspek makna, integritas, dan kepercayaan tetap terjaga.

Ia juga menekankan bahwa di era digital, kepercayaan menjadi aset yang semakin penting sekaligus rentan. Karena itu, penerapan prinsip ethical and explainable AI serta keterlibatan manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan menjadi kunci membangun sistem audit yang andal.

Seiring perkembangan tersebut, ia menilai auditor masa depan harus memiliki kompetensi yang lebih luas. Selain memahami standar audit, auditor juga perlu menguasai literasi data, memahami algoritma, serta memiliki kesadaran terhadap risiko dan etika penggunaan teknologi.

Rektor BINUS University, Nelly, menyampaikan bahwa pengukuhan ini mencerminkan komitmen institusi dalam membangun ekosistem akademik yang unggul dan berdampak.

“Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global. Kami percaya kontribusi Prof. Rindang akan semakin memperkuat peran BINUS University dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AHY Kagum Kampung Mrican Sleman yang Dulu Kumuh Kini Jadi Tertata Rapi
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Daycare Little Alesha Yogyakarta Ternyata Tak Berizin
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Senin, Jakarta diprediksi berawan pada siang hingga malam hari
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
El Rumi Beri Mahar 2.026 Poundsterling dan Emas kepada Syifa Hadju
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Curhat Sedih Al Ghazali El Rumi Mau Menikah: Sebentar Lagi Mau Keluar dari Rumah
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.